Per 1 Januari 2026, 49 Bus Biskita Transpakuan Kembali “Nganggur”

Biskita Transpakuan
Sejumlah penumpang mengantre untuk naik Biskita Transpakuan Koridor PP di Halte Stasiun Bogor 1. Layanan bus ini resmi berhenti beroperasi mulai Kamis (1/1/2026) setelah kontrak kerja sama antara Pemkot Bogor dengan PT Kodjari berakhir per 31 Desember 2025. Foto : Dok. Instagram @biskitabogor.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Penumpang Biskita Transpakuan harus mencari alternatif transportasi lain mulai Kamis (1/1/2026). Layanan bus kota yang menjadi andalan warga Bogor ini resmi menghentikan operasional di seluruh koridor setelah kontrak kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dengan operator PT Kodjari berakhir.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Sujatmiko Baliarto membenarkan penghentian operasional tersebut. Menurutnya, kontrak yang mengikat kedua pihak telah habis masa berlakunya pada 31 Desember 2025.

“Benar. Biskita itu berkontrak per tahun. Jadi per 31 Desember itu selesai. Per 1 Januari otomatis tidak ada pengadaan jasa,” kata Sujatmiko.

Advertisement
Baca Juga :  Harapan Bupati Bogor untuk Esther dan Dwi di Tragedi Pesawat ATR 42-500

Penghentian ini berdampak pada keempat koridor Biskita yang telah beroperasi sejak 2025. Total 49 unit bus terpaksa berhenti melayani masyarakat, terdiri dari 11 armada Koridor K5, 10 armada Koridor 6, 13 armada Koridor 1, dan 15 armada Koridor 2.

Sujatmiko menjelaskan, Pemkot Bogor saat ini tengah mempersiapkan proses pengadaan ulang barang dan jasa untuk mengoperasikan kembali layanan Biskita Transpakuan. Namun, prosesnya harus melalui mekanisme lelang sesuai regulasi pengadaan pemerintah.

Baca Juga :  1.940 Angkot Renta di Kota Bogor Bakal Pensiun Per Januari 2026

“Sampai kontraknya ditandatangani. Kami mesti melalui proses lelang dulu. Tapi mudah-mudahan cepat,” ujarnya.

Meski demikian, Sujatmiko enggan memberikan kepastian kapan layanan akan kembali beroperasi. Ia hanya menegaskan pihaknya akan berupaya agar prosesnya tidak berlarut-larut mengingat pentingnya peran transportasi publik bagi mobilitas warga.

Pemkot Bogor belum mengumumkan langkah antisipatif untuk mengatasi kekosongan layanan transportasi publik selama masa transisi menunggu kontrak baru.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel