TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pertanyaan mandi berapa kali sehari sering muncul seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan kulit secara optimal. Tidak hanya soal frekuensi, cara mandi dan produk yang digunakan juga berperan penting dalam menjaga kelembapan serta fungsi alami kulit.
Mandi merupakan rutinitas harian yang membantu membersihkan keringat, minyak berlebih, dan kotoran yang menempel di kulit. Kebiasaan ini juga berfungsi mengurangi risiko bau badan serta pertumbuhan bakteri, terutama di iklim panas dan lembap seperti di Indonesia.
Namun, mandi terlalu sering atau justru terlalu jarang sama-sama berpotensi menimbulkan masalah kulit. Lalu, berapa kali sehari mandi yang sebenarnya dianjurkan?
Mandi Berapa Kali Sehari yang Disarankan?
Tidak ada aturan mutlak mengenai frekuensi mandi karena kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Meski demikian, mandi dua kali sehari, yaitu pagi dan sore atau malam, umumnya dianggap ideal bagi kebanyakan orang.
Mandi pagi bermanfaat untuk menyegarkan tubuh dan mempersiapkan diri beraktivitas, sementara mandi sore atau malam membantu membersihkan kotoran dan keringat setelah seharian beraktivitas.
Bagi orang yang melakukan aktivitas fisik berat, rutin berolahraga, atau tinggal di wilayah bersuhu panas dan berkelembapan tinggi, mandi lebih dari dua kali sehari masih tergolong wajar, asalkan tidak berlebihan.
Sebaliknya, bagi mereka yang lebih sering berada di ruangan ber-AC dan jarang berkeringat, mandi satu kali sehari umumnya sudah cukup untuk menjaga kebersihan tubuh.
Pada kondisi tertentu, seperti penderita eksim, psoriasis, atau kulit kering dan sensitif, frekuensi mandi justru dianjurkan untuk dibatasi. Terlalu sering mandi dapat menghilangkan minyak alami kulit dan memperparah iritasi.
Tips Mandi Sehat Agar Kulit Tetap Terlindungi
Meski mandi memiliki banyak manfaat, kebiasaan ini tetap perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Mandi berlebihan dapat membuat kulit menjadi kering, mudah pecah-pecah, dan lebih rentan iritasi. Sebaliknya, jarang mandi dapat menyebabkan penumpukan kotoran dan bakteri yang memicu bau badan maupun infeksi kulit.
Agar manfaat mandi tetap optimal tanpa merusak kesehatan kulit, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
- Gunakan air hangat suam-suam kuku, hindari air terlalu panas agar minyak alami kulit tetap terjaga.
- Batasi durasi mandi 5–10 menit untuk mencegah kulit kehilangan kelembapan.
- Pilih sabun berbahan lembut, bebas pewangi, dan tidak mengandung bahan kimia keras, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
- Lakukan urutan mandi yang benar: keramas, sabun badan, sikat gigi, lalu cuci wajah.
- Keringkan tubuh dengan menepuk lembut handuk, bukan menggosok.
- Oleskan pelembap segera setelah mandi untuk membantu mengunci kelembapan kulit.
- Jika mandi hanya sekali sehari, pastikan area tubuh yang mudah lembap seperti ketiak, lipatan paha, dan selangkangan tetap dibersihkan dengan baik setiap hari.
Kesimpulan
Menentukan mandi berapa kali sehari sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas harian, kondisi lingkungan, dan jenis kulit masing-masing. Dengan frekuensi mandi yang tepat serta perawatan kulit yang sesuai, kebersihan tubuh tetap terjaga tanpa mengorbankan kesehatan kulit.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































