Ketegangan di Yaman Meningkat, RI Dorong Penyelesaian Politik Inklusif

Yaman
Ilustrasi peta Yaman. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memantau secara intensif eskalasi konflik yang terjadi di Yaman, khususnya di wilayah Hadramaut dan Al-Mahrah. Situasi keamanan di kawasan tersebut dilaporkan memburuk seiring meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok separatis Yaman, Dewan Transisi Selatan (Southern Transitional Council/STC).

“Indonesia mengikuti dengan saksama perkembangan situasi di Republik Yaman, termasuk di Hadhramout dan Al-Mahra,” tulis Kemlu melalui akun X resmi @Kemlu_RI, Sabtu (27/12/2025).

Kemlu menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan yang dinilai berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan memperpanjang penderitaan masyarakat Yaman yang telah lama dilanda konflik.

Advertisement
Baca Juga :  Qatar Diuntungkan Jadi Tuan Rumah Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri, menghentikan eskalasi, serta menghindari tindakan sepihak yang dapat mengganggu stabilitas,” kata Kemlu.

Dalam pernyataannya, Kemlu juga mencatat dan mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Kerajaan Arab Saudi bersama negara-negara terkait serta para pemangku kepentingan di Yaman untuk meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas di kawasan tersebut.

“Indonesia menegaskan kembali pentingnya penyelesaian damai melalui dialog politik yang inklusif dan komprehensif, di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta selaras dengan prinsip penghormatan terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas teritorial Yaman,” tutur Kemlu.

Baca Juga :  Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2025 Jatuh pada 30 Maret

Situasi memanas setelah STC menuding jet tempur Arab Saudi melancarkan serangan udara terhadap posisi mereka di wilayah Hadramaut pada Jumat (26/12/2025). Arab Saudi diketahui merupakan pendukung utama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Menurut STC, serangan tersebut terjadi sehari setelah Arab Saudi mendesak kelompok separatis itu untuk mengembalikan wilayah yang baru saja mereka kuasai dari pasukan pemerintah Yaman.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel