
TIMETODAY.ID, BOGOR – Keberadaan pak ogah di putaran depan Pos Polisi Sambu, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat menuai keluhan dari pengguna jalan. Aktivitas pak ogah tersebut dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengendara.
Hilman (55), pengendara mobil asal Jakarta, mengatakan, pak ogah kerap memberhentikan kendaraan secara mendadak.
“Sering sekali kendaraan diberhentikan mendadak. Sangat berbahaya, apalagi motor dari belakang tidak siap dan berpotensi nabrak kendaraan di depannya,” ujarnya.
Pak ogah tersebut memberhentikan kendaraan untuk memprioritaskan kendaraan tertentu, terutama kendaraan dari arah Tol Jagorawi yang hendak berputar di putaran Sambu, serta bus dan kendaraan lain yang melintas atau masuk ke Terminal Baranangsiang. Praktik ini dilakukan tanpa memperhatikan arus kendaraan dari arah lain.
Lokasi tersebut berada tepat di depan pos polisi dengan karakter arus lalu lintas yang saling berpotongan antara kendaraan dari arah terminal dan sebaliknya. Akibatnya, kendaraan kerap saling memotong dan memicu kemacetan mendadak, terutama pada jam sibuk.
Rudi (28), pengendara mobil lainnya yang juga warga Bogor, menyebut, pak ogah memprioritaskan kendaraan yang memberi uang.
“Pak ogah ini memprioritaskan kendaraan yang memberi uang. Dari arah terminal jadi tersendat dan kendaraan saling potong,” katanya.
Pengguna jalan menilai tindakan pak ogah justru memperparah situasi lalu lintas. Selain tidak memiliki kewenangan, pak ogah dianggap menciptakan pola berhenti dan jalan yang tidak teratur sehingga pengendara sering terkejut.
Dewi (19), pengguna jalan, mendesak aparat terkait segera menertibkan keberadaan pak ogah di lokasi tersebut.
“Ini depan pos polisi, tapi justru pak ogah yang mengatur. Kondisinya bikin macet dan rawan kecelakaan,” ungkapnya.
Masyarakat berharap penertiban dilakukan agar pengaturan lalu lintas kembali sesuai aturan dan keselamatan pengguna jalan dapat terjamin.




































