Selain Putus Cinta, Depresi Picu Mekanik Bengkel di Bogor Akhiri Hidup

mekanik bengkel
Kapolsek Cibinong AKP Jony Handoko saat ditemui usai upacara bela negara di lapangan tegar beriman, Cibinong. Foto: timetoday.id/Amelia Azizah

TIMETODAY.ID, BOGOR – Polisi mengungkapkan, seorang mekanik bengkel berinisial EBP (28) yang ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (18/12/2025) sekitar pukul 16.27 WIB, diduga mengakhiri hidupnya akibat depresi yang telah lama dialami. Selain faktor putus cinta, tekanan psikologis berkepanjangan turut menjadi pemicu tragedi tersebut.

Kapolsek Cibinong,  AKP Jony Handoko mengatakan, hasil pemeriksaan awal memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Peristiwa itu mengarah pada dugaan mengakhiri hidup dipicu tekanan psikologis.

“Mungkin korban ini banyak masalah, baik pribadi, keluarga, maupun dengan pacarnya yang memutuskan hubungan. Dia merasa tertekan secara batin. Dia tidak ingin hidup lagi, seolah dunia tidak berpihak padanya sehingga korban putus asa,” kata Jony, Jumat (19/12/2025).

Advertisement
Baca Juga :  Remaja 16 Tahun di Bogor Jadi Tersangka Kasus Pembakaran Nenek dan Paman

Berdasarkan informasi dari percakapan korban dengan pacarnya berinisial T (16), korban disebut telah lama merasa tidak menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.

“Dia ingin mengakhiri hidupnya dengan situasi dan kondisi psikisnya. Dalam percakapan itu, korban menyampaikan bahwa sejak kecil dia tidak pernah menemukan kebahagiaan,” jelas Jony.

Menurut Jony, kondisi psikologis tersebut turut memengaruhi hubungan korban dengan pasangannya hingga berujung perpisahan.

“Sepertinya dia kurang mendapat kasih sayang sehingga pacarnya tidak mampu lagi bertahan. Ada tekanan secara ucapan atau psikis yang membuat hubungan mereka tidak nyaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Ojol di Kabupaten Bogor Terima Sembako dan Servis Motor Gratis

Pihak kepolisian memastikan tidak ada unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Tidak ada indikasi tindak pidana,” tegasnya.

Jony menambahkan, pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Korban sempat dibawa ke RSUD Cibinong untuk memastikan kondisi tubuh.

“Dari pihak RSUD Cibinong dinyatakan tidak ada indikasi penganiayaan atau lebam di badan korban. Ini murni bunuh diri akibat depresi dari korban,” ujar Jony.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel