TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) diwajibkan terlibat langsung dan bertanggung jawab penuh dalam seluruh tahapan operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari proses memasak hingga pendistribusian ke sekolah dan penerima manfaat lainnya.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang. Ia menekankan bahwa sebagai penanggung jawab operasional, Kepala SPPG harus mampu mengatur jam kerja tim secara optimal agar layanan MBG berjalan berkelanjutan dan berkualitas.
Selain mengawasi proses memasak di dapur MBG, Kepala SPPG juga bertugas memastikan distribusi berjalan lancar, memantau harga bahan pangan di pasar, serta memberikan edukasi gizi kepada masyarakat.
Pengaturan jam kerja tim SPPG menjadi bagian krusial dalam menjamin mutu layanan. Pada shift pagi sekitar pukul 08.00–09.00, akuntan mulai bertugas untuk mengecek pembelian bahan baku, memantau harga dan kualitas bahan, serta menerima bahan pangan bersama relawan.
Pada waktu yang sama, akuntan juga mengawasi proses pencucian ompreng yang dikembalikan dari sekolah penerima manfaat dan memastikan penyimpanan bahan baku sesuai standar.
Shift berikutnya dilanjutkan oleh ahli gizi yang mulai bertugas pada sore hingga malam hari, sekitar pukul 16.00 atau 17.00, setelah serah terima dari akuntan.
Tugas ahli gizi meliputi pengecekan kesesuaian bahan makanan dengan perencanaan menu, memastikan kualitas bahan, serta mengawasi proses pencucian, pemotongan, dan penyiapan bahan hingga tahap persiapan memasak yang berlangsung sampai sekitar pukul 01.00–02.00 dini hari.
Selanjutnya, Kepala SPPG mulai bertugas pada dini hari setelah menerima serah terima dari ahli gizi. Pada tahap ini, Kepala SPPG memegang tanggung jawab penuh atas proses paling krusial, yakni memasak dan distribusi MBG.
Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan makanan dimasak dengan benar, matang sempurna, dan diporsikan sesuai standar sebelum disalurkan.
“Saya tahu kalau yang dikerjain selalu ahli gizi sampai pagi. Benar nggak Ahli Gizi? Yang nungguin ahli gizi kadang-kadang malah dibantu akuntan,” kata Nanik saat Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola Makan Bergizi Gratis serta Pengawasan dan Pemantauan SPPG di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (15/12/2025).
Dalam tahap pendistribusian, Kepala SPPG juga diwajibkan memantau langsung penyaluran MBG ke sekolah-sekolah dan Posyandu. Selain memastikan makanan bergizi diterima oleh siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, Kepala SPPG dituntut sigap menangani kendala yang muncul di lapangan.
Nanik menambahkan, koordinasi dengan pimpinan wilayah setempat menjadi keharusan agar setiap persoalan dalam pelaksanaan MBG dapat segera diatasi dan program berjalan sesuai tujuan.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































