Peneliti AS Kembangkan Robot Mikroskopis untuk Masa Depan Dunia Medis

peneliti
Robot mikroskopis bisa berjalan dalam tubuh manusia. Foto: Cornell University

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tim peneliti dari Universitas Pennsylvania dan Universitas Michigan berhasil mengembangkan robot berukuran sub-milimeter yang dilengkapi komputer, motor, dan sensor. Dengan ukuran yang bahkan lebih kecil dari sebutir garam, perangkat ini dijuluki sebagai mikrorobot.

Riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal Science Robotics dan disebut berpotensi menjadi fondasi bagi pengembangan robot mikroskopis yang suatu hari dapat disebar ke dalam tubuh manusia.

Para peneliti membayangkan teknologi ini dapat digunakan untuk keperluan medis, seperti memperbaiki jaringan tubuh atau mengantarkan obat ke area yang sulit dijangkau oleh ahli bedah.

Advertisement

“Ini adalah robot mungil pertama yang mampu merasakan, berpikir, dan bertindak,” ujar salah satu penulis studi, Marc Miskin, asisten profesor teknik elektro di University of Pennsylvania, dikutip dari Futurism.

Meski menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa teknologi ini masih berada pada tahap awal dan belum siap digunakan di dalam tubuh manusia. Namun, mereka optimistis mengenai masa depannya.

Baca Juga :  Saham Nvidia Anjlok 17%, Investor Cemas dengan Model AI DeepSeek yang Lebih Efisien

“Tapi saya takkan terkejut jika dalam 10 tahun, kita akan memiliki kegunaan nyata untuk jenis robot ini,” kata periset lainnya, David Blaauw.

Menciptakan robot mikroskopis yang mampu bergerak, merasakan lingkungan, serta mengambil keputusan secara mandiri bukan perkara mudah. Selama ini, para ahli robotika umumnya mengandalkan kendali eksternal agar robot tetap bisa berfungsi pada skala sangat kecil.

Pendekatan tersebut, menurut tim peneliti, membatasi kemampuan robot untuk memproses informasi dan bereaksi terhadap perubahan lingkungan.

Akibatnya, sebagian besar mikrorobot hanya memiliki perilaku terbatas yang telah diprogram sebelumnya, sehingga kegunaannya di dunia nyata menjadi sangat terbatas.

Robot dalam skala mikron—atau sepersejuta meter—dinilai memberi akses ke tingkat paling dasar dari sistem biologis. “Setiap makhluk hidup pada dasarnya adalah gabungan raksasa dari robot-robot berukuran 100 mikron,” kata Miskin.

Secara visual, mikrorobot ini menyerupai mikrocip dan dibuat dari material yang lazim digunakan dalam industri semikonduktor, seperti silikon, platinum, dan titanium. Seluruh komponen disegel dalam lapisan menyerupai kaca untuk melindunginya dari cairan.

Baca Juga :  Jelang Debut iPhone Fold, Huawei Siapkan Pura X2 sebagai Penantang

Untuk sumber energi, robot ini menggunakan sel surya yang menggerakkan komputer internal serta sistem propulsi. Dengan mekanisme tersebut, robot dapat bergerak layaknya berenang. Meski kecepatan komputasinya kurang dari seperseribu laptop modern, kemampuannya sudah cukup untuk merespons perubahan lingkungan, seperti variasi suhu.

“Pada skala ini, ukuran dan kebutuhan daya robot sebanding dengan banyak mikroorganisme bersel tunggal,” tulis tim peneliti dalam studi mereka.

Keunggulan lain dari mikrorobot ini adalah kemampuannya berkomunikasi langsung dengan operator manusia.

“Kami dapat mengirim pesan kepadanya memberitahukan apa yang kami ingin ia lakukan menggunakan laptop dan ia dapat mengirim pesan balik kepada kami untuk memberi tahu apa yang dilihatnya dan apa yang sedang dilakukannya,” ungkap Miskin.

Ke depan, tim peneliti menargetkan pengembangan kemampuan komunikasi antarmikrorobot.

“Jadi tujuan utama berikutnya adalah agar mereka dapat berkomunikasi satu sama lain,” kata Blaauw.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel