
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan di kawasan Selat Taiwan kembali meningkat setelah intelijen Taiwan mengungkap bahwa pesawat militer China melakukan simulasi serangan terhadap kapal-kapal perang asing yang melintasi jalur perairan strategis tersebut. Selat Taiwan selama ini menjadi wilayah sensitif karena memisahkan daratan utama China dan Pulau Taiwan.
China secara konsisten menyatakan bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah kedaulatannya, sekaligus mengklaim yurisdiksi atas Selat Taiwan.
Namun, sikap ini bertentangan dengan pandangan Amerika Serikat, Inggris, dan sejumlah negara lainnya yang menilai selat tersebut sebagai perairan internasional yang bebas dilalui kapal-kapal asing.
Direktur Jenderal Biro Keamanan Nasional Taiwan, Tsai Ming-yen, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun ini sedikitnya delapan negara, termasuk Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan Prancis, telah mengirimkan kapal angkatan laut mereka melintasi Selat Taiwan.
Pernyataan itu disampaikan Tsai dalam rapat bersama anggota parlemen Taiwan, seperti dikutip dari AFP, Rabu (3/12/205).
Tsai menyebut setiap kapal asing yang melintas selalu dibayangi oleh militer China.
“China akan mengerahkan aset-aset angkatan laut terkait untuk melakukan pemantauan yang diperlukan, dan terkadang… juga akan memobilisasi angkatan udara untuk melakukan serangan simulasi guna menandakan kehadiran militer dan klaim dominasinya atas Selat tersebut,” ujar Tsai.
Menurutnya, Taiwan juga secara aktif bertukar informasi intelijen dengan para sekutu internasional, terutama terkait aktivitas militer China selama transit kapal perang asing di perairan tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, situasi keamanan di Selat Taiwan terus memburuk seiring dengan meningkatnya tekanan militer dari Beijing terhadap Taipei. Menyikapi kondisi itu, Taiwan mengambil langkah serius dengan meningkatkan anggaran pertahanannya.
Presiden Taiwan Lai Ching-te pekan lalu juga mengungkapkan rencana pengajuan anggaran pertahanan tambahan sebesar US$ 40 miliar untuk delapan tahun ke depan.
Dana tersebut akan difokuskan pada pengembangan sistem pertahanan udara berlapis-lapis guna memperkuat kemampuan pertahanan nasional Taiwan.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































