
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) akhirnya terungkap dengan kabar yang mengguncang publik. Bocah malang itu ternyata menjadi korban kekerasan ayah tirinya sendiri, Alex Iskandar (AI). Polisi mengungkapkan bahwa Alvaro sempat dibujuk dengan janji makanan dan mainan sebelum dibawa pergi dari sebuah masjid tempat ia bermain.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly menjelaskan bahwa Alvaro sebelumnya sudah mengenal AI sehingga tidak curiga. Ajakan untuk membeli mainan membuat Alvaro mengikuti pelaku tanpa rasa takut. Namun, perjalanan yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tragedi.
Setibanya di rumah AI, Alvaro mulai rewel karena mainan yang dijanjikan tak kunjung ada. Tangisan bocah itu diduga memicu amarah sang ayah tiri. Dalam kondisi emosi, AI diduga menyekap Alvaro menggunakan handuk, mencekik, dan menindih tubuh kecilnya selama beberapa menit hingga tidak bergerak lagi.
Panik setelah menyadari Alvaro tak bernyawa, AI mencoba menghilangkan jejak. Ia memasukkan jenazah ke kantong plastik dan menyimpannya di garasi selama tiga hari. Namun, ketika bau mulai muncul, pelaku membawa jenazah ke Tenjo, Bogor, dan membuangnya di tumpukan sampah dekat jembatan di aliran Sungai Ciliwung.
Motif tindakan keji ini diduga dipicu kecemburuan AI terhadap istrinya ibu kandung Alvaro yang dituding berselingkuh. Selama delapan bulan pencarian, keluarga dan aparat berusaha keras menemukan bocah tersebut hingga akhirnya kasus ini terungkap. Namun tak lama setelah diamankan, AI memilih mengakhiri hidup dengan gantung diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan.
Peristiwa memilukan ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat, menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, perlindungan anak, serta kesehatan mental dalam lingkup keluarga. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































