
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Banyak orang mengira batuk berkepanjangan, rasa lelah, atau sesak ringan hanyalah gejala flu biasa. Namun, para ahli mengingatkan bahwa tanda-tanda tersebut bisa menjadi sinyal awal kanker paru penyakit yang dikenal sebagai silent killer karena sering berkembang tanpa gejala mencolok di tahap awal.
Konsultan Onkologi Medis dari Parkway Cancer Centre (PCC), Dr. Lim Hong Liang, menjelaskan bahwa kanker paru terjadi ketika sel-sel abnormal di jaringan paru berkembang secara tidak terkendali. Dalam kondisi tertentu, sel kanker ini bahkan dapat menyebar ke organ penting lainnya seperti otak, tulang, dan hati.
“Batuk terus-menerus, sesak napas, dan nyeri dada sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi sinyal awal kanker paru,” ujar Dr. Lim, Sabtu (15/11/25).
Deteksi Dini Jadi Kunci Keselamatan
Dr. Lim menekankan pentingnya pemeriksaan dini. Melalui CT scan dosis rendah, kanker paru dapat terdeteksi sebelum gejalanya muncul. Metode ini terbukti meningkatkan peluang keberhasilan terapi.
“Semakin awal ditemukan, semakin besar peluang pasien menjalani terapi yang lebih efektif,” jelasnya.
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Meski merokok masih menjadi penyebab utama, risiko kanker paru tidak hanya mengintai perokok aktif. Perokok pasif, paparan polusi udara, bahan kimia industri, hingga penggunaan vape juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kanker paru.
“Vape bukan solusi aman, justru tetap membawa risiko bagi kesehatan paru” tegas Dr. Lim.
Pengobatan Modern Beri Harapan Baru
Perkembangan teknologi medis membuat penanganan kanker paru semakin maju. Jika sebelumnya kemoterapi menjadi andalan, kini terapi bertarget dan imunoterapi memberikan harapan baru bagi banyak pasien.
Salah satunya adalah terapi EGFR Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI) yang terbukti efektif untuk pasien kanker paru stadium lanjut dengan mutasi gen EGFR. Hingga 80 persen pasien dilaporkan mengalami perbaikan gejala hanya dalam beberapa minggu.
Imunoterapi juga menunjukkan hasil menggembirakan karena membantu tubuh melawan sel kanker secara lebih efektif. Dalam beberapa kasus, pasien dapat bertahan lebih dari lima tahun setelah menjalani terapi ini.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya menambah usia, tetapi juga menjaga kualitas hidup pasien,” tambah Dr. Lim.
Gejala Awal yang Sering Dianggap Remeh
Masyarakat dihimbau untuk lebih peka terhadap perubahan tubuh. Berikut beberapa tanda yang patut diwaspadai:
- Batuk yang tak kunjung membaik
- Batuk berdarah atau dahak warna karat
- Sesak napas tanpa sebab
- Nyeri dada atau bahu
- Suara serak yang berlangsung lama
- Infeksi paru berulang seperti bronkitis atau pneumonia
- Penurunan berat badan tanpa alasan jelas
- Tubuh mudah lelah dan lemas terus-menerus
Kesadaran untuk mengenali gejala awal dapat membantu pasien mendapatkan penanganan lebih cepat dan meningkatkan peluang kesembuhan. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : tabloidbintang.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel






































