Hujan Deras Sulitkan Pengungsi di Kamp Muwasi Gaza

Hujan Deras
Warga di Gaza membangun tenda untuk dijadikan tempat tinggal darurat. Foto: AP

TIMETODAY.ID, GAZAHujan deras pertama pada musim dingin memperburuk kondisi ribuan pengungsi di kamp tenda Muwasi, Gaza, Sabtu (15/11/2025). Air meluap ke area yang selama dua tahun terakhir telah mengalami kerusakan signifikan akibat perang, sebagaimana dilaporkan AP News.

Hujan yang mulai turun sejak Jumat membuat air merembes melalui sobekan terpal dan dinding tenda darurat. Para pengungsi berupaya menggali parit untuk menghalau banjir, namun angin kencang dan minimnya fasilitas pendukung membuat usaha itu tak banyak membantu.

Bassil Naggar, salah satu pengungsi, mengatakan ia baru membeli tenda baru seharga sekitar 712 dolar AS di pasar gelap dua minggu lalu setelah tenda lamanya rusak akibat panas. Namun, tenda barunya tetap tidak mampu menahan air.

Advertisement
Baca Juga :  BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah hingga Januari 2026

“Saya menghabiskan sepanjang hari Jumat mendorong air keluar dari tenda saya,” ujar Naggar.

Ia menambahkan bahwa tenda milik para tetangganya hancur dan barang-barang mereka rusak.

“Genangan air setinggi beberapa inci, dan tidak ada drainase yang layak,” katanya.

Di tengah genangan air, sejumlah anak terlihat bermain tanpa alas kaki, sementara para perempuan menyalakan api dan membuat teh di bawah langit mendung. Sebagian pengungsi lainnya memilih berteduh di bangunan rusak yang rawan runtuh, hanya tertutup plastik di bagian berlubang.

Baca Juga :  Guru Supriyani Divonis Bebas di Hari Guru Nasional 2024

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut wilayah Muwasi kini menampung hingga 425.000 warga Palestina yang mengungsi sejak awal tahun. Sebagian besar dari mereka hidup di tenda darurat setelah perang Israel–Hamas memaksa lebih dari dua juta penduduk Gaza meninggalkan rumah mereka.

Sementara itu, fase pertama perjanjian gencatan senjata memasuki tahap akhir. Fase berikutnya yang lebih kompleks mencakup pembentukan badan pemerintahan baru untuk Gaza serta penempatan pasukan stabilisasi internasional.

Namun hingga kini belum ada kejelasan mengenai perkembangan kedua agenda tersebut, termasuk proses perlucutan senjata Hamas.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel