Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 500 Meter dari Puncak

Gunung Semeru
Gunung Semeru Erupsi (foto: PVMBG)

TIMETODAY.ID, JAKARTAGunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Minggu (16/11/2025) pagi. Letusan yang terjadi pukul 05.02 WIB itu memuntahkan abu vulkanik setinggi sekitar 500 meter dari puncak, menciptakan langit kelabu di sekitar kawasan gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.

“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 16 November 2025, pukul 05.02 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 m di atas puncak (± 4.176 m di atas permukaan laut),” tulis Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi.

Yadi menjelaskan, aktivitas erupsi itu terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi getaran 148 detik. Kolom abu terpantau berwarna kelabu pekat dan bergerak menuju timur laut.

Advertisement
Baca Juga :  Armada Pasifik AS Terlibat Dua Kecelakaan di Laut Cina Selatan, Investigasi Dimulai

“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut,” ujarnya.

Rekomendasi Keselamatan untuk Warga

Dalam laporan yang sama, petugas kembali menegaskan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat di sekitar lereng Semeru. Warga diminta tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak, yang menjadi jalur aliran utama erupsi.

Di luar zona tersebut, masyarakat juga diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah itu berpotensi dilanda awan panas maupun aliran lahar dengan jangkauan hingga 13 kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Erupsi Kelima Gunung Marapi: Hujan Abu Vulkanik Kembali Menghantam Sumatera Barat

Selain itu, aktivitas masyarakat dilarang dalam radius 2,5 kilometer dari kawah karena rawan lontaran batu pijar. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran, aliran lava, maupun lahar yang dapat muncul di sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil lainnya yang menjadi anak aliran Kobokan.

Erupsi Semeru kali ini menjadi pengingat bahwa aktivitas vulkanik gunung tersebut masih berlangsung, dan masyarakat diminta terus mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang.***

Editor : Syafira

Sumber : Okezone.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel