Raja Charles Resmi Cabut Gelar Pangeran Andrew Imbas Skandal Epstein

Pangeran Andrew
Pangeran Andrew: (BBC World)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Angin musim gugur di Inggris membawa kabar yang dingin dan berat bagi keluarga kerajaan. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, seorang bangsawan senior resmi dicabut gelarnya dan diusir dari kediaman kerajaan.

Ia adalah Pangeran Andrew, adik kandung Raja Charles III, yang kini kehilangan statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan aktif setelah bertahun-tahun dibayangi skandal kelam.

Kamis malam waktu London, Istana Buckingham mengeluarkan pernyataan tegas: Raja Charles III telah memulai proses formal untuk mencabut seluruh gelar dan kehormatan yang melekat pada Pangeran Andrew. Langkah ini, menurut istana, merupakan bentuk “hukuman atas kesalahan penilaian serius” yang dilakukan sang pangeran.

Advertisement

“Yang Mulia ingin menegaskan bahwa pikiran dan simpati terdalam mereka selalu bersama para korban dan penyintas segala bentuk pelecehan,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari Al Jazeera, Jumat (31/10/2025).

Dari Anak Ratu ke Bangsawan yang Terbuang

Pangeran Andrew, atau nama lengkapnya Andrew Mountbatten-Windsor, lahir sebagai anak kedua mendiang Ratu Elizabeth II.

Sejak kecil ia dikenal sebagai “pangeran pemberani” seorang penerbang Angkatan Laut Kerajaan yang tampil gagah dalam Perang Falklands tahun 1982.

Baca Juga :  Dari Washington ke London, Presiden Prabowo Dorong Indonesia Kuasai Teknologi Chip

Namun empat dekade kemudian, citra itu runtuh setelah namanya dikaitkan dengan Jeffrey Epstein, miliarder predator seks yang meninggal di penjara pada 2019.

Skandal itu menyeret Andrew ke pusaran tuduhan pelecehan seksual terhadap Virginia Roberts Giuffre, salah satu korban Epstein.

Giuffre mengaku, dalam buku memoarnya yang baru dirilis pekan lalu, bahwa ia pernah dipaksa Epstein untuk berhubungan dengan sang pangeran saat masih remaja.

Andrew membantah keras semua tuduhan, tetapi opini publik dan tekanan media membuat posisinya di istana tak lagi bisa diselamatkan.

Gelar dan Rumah yang Hilang

Keputusan Raja Charles III dianggap sebagai puncak dari serangkaian langkah pemutusan hubungan kerajaan dengan Andrew.

Sebelumnya, pada awal bulan ini, ia telah menyerahkan gelar Duke of York, simbol kehormatan yang melekat sejak kelahirannya. Kini, setelah gelar pangeran juga resmi dicabut, Andrew tak lagi berhak menggunakan gelar kebangsawanan dalam kapasitas publik mana pun.

Lebih jauh, ia juga diminta meninggalkan Royal Lodge, kediaman mewah di Windsor yang telah ia tempati selama bertahun-tahun. Ia akan dipindahkan ke rumah pribadi — jauh dari sorotan dan simbol kemegahan istana.

Baca Juga :  Prabowo Bertemu PM Starmer dan Raja Charles III, Bawa Hasil Nyata untuk Indonesia

Langkah ini bukan hanya menandai akhir dari perjalanan publik Andrew, tetapi juga membuka babak baru yang getir dalam sejarah monarki Inggris.

Terakhir kali seorang anggota keluarga kerajaan dilucuti gelarnya terjadi lebih dari seabad lalu, pada 1919, ketika Pangeran Ernest Augustus dicabut gelarnya karena berpihak pada Jerman selama Perang Dunia I.

Cermin dari Bayang Panjang Skandal

Kasus Andrew memperlihatkan sisi lain dari keluarga kerajaan yang selama ini tampak tak tergoyahkan. Di era keterbukaan informasi, skandal moral tak bisa lagi dibungkus dengan protokol.

Raja Charles, yang selama ini berusaha memodernisasi monarki, tampak memilih langkah keras mengutamakan integritas lembaga daripada hubungan darah.

Kini, Andrew berdiri di luar pagar istana yang pernah menjadi rumahnya. Ia tak lagi seorang Duke, tak lagi Pangeran. Hanya seorang pria dengan masa lalu yang akan terus menjadi bayangan panjang dalam sejarah keluarga kerajaan Inggris.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel