Manfaat Sinar Matahari Pagi dan Batas Aman Berjemur Berdasarkan Usia

matahari
ilustrasi berjemur di pagi hari (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Setiap pagi, matahari yang muncul perlahan dari ufuk timur bukan sekadar penanda hari baru ia juga membawa manfaat besar bagi tubuh manusia. Namun, seberapa lama kita sebaiknya berjemur agar tetap aman dan memperoleh manfaat optimal dari sinar matahari pagi? Jawabannya ternyata tidak sesederhana “semakin lama semakin baik.”

Paparan sinar matahari, terutama yang mengandung ultraviolet B (UVB), membantu tubuh memproduksi vitamin D. Zat ini penting untuk menjaga daya tahan tubuh, memperkuat tulang, serta mencegah kekurangan vitamin D.

Namun, di balik manfaatnya, sinar matahari juga membawa risiko bagi kulit jika tidak dilakukan dengan bijak. Karena itu, durasi berjemur yang tepat harus disesuaikan dengan usia dan kondisi kulit.

Advertisement

Durasi Berjemur Berdasarkan Usia

Untuk orang dewasa, waktu ideal untuk berjemur adalah 10–20 menit, sebanyak 2–3 kali seminggu. Cukup biarkan wajah, tangan, dan lengan terkena sinar matahari langsung tanpa penghalang.

Baca Juga :  7 Minuman Elektrolit Alami, Alternatif Segar Pengganti Isotonik

Sementara itu, bayi dan anak-anak di atas usia 6 bulan hanya perlu 5–10 menit paparan sinar matahari, juga sekitar 2–3 kali seminggu. Kulit anak jauh lebih sensitif, sehingga terlalu lama berjemur justru bisa menimbulkan iritasi atau luka bakar ringan.

Bagi lansia, disarankan untuk berjemur 15–30 menit per sesi. Pasalnya, seiring bertambahnya usia, kemampuan kulit dalam memproduksi vitamin D menurun.

Waktu yang lebih lama juga dianjurkan bagi mereka yang memiliki warna kulit lebih gelap karena pigmen melanin dapat mengurangi penyerapan sinar UVB.

Kapan Waktu Terbaik untuk Berjemur?

Menurut panduan dari Alodokter, waktu terbaik untuk berjemur adalah antara pukul 07.00 hingga 10.00 pagi. Pada rentang waktu ini, sinar matahari belum terlalu terik dan masih aman bagi kulit.

Hindari berjemur setelah pukul 10.00, karena intensitas sinar UVB meningkat tajam dan berisiko menyebabkan kulit terbakar atau bahkan mempercepat penuaan dini.

Baca Juga :  Sarden vs Tuna: Panduan Memilih Ikan Terbaik untuk Kesehatan Anda

Tips Aman Saat Berjemur

Beberapa langkah sederhana bisa membantu agar aktivitas berjemur tetap bermanfaat tanpa membahayakan kulit:

  • Pilih area terbuka agar sinar matahari tidak terhalang.
  • Gunakan pakaian longgar dan biarkan sebagian kecil tubuh terpapar, seperti wajah, lengan, dan kaki.
  • Untuk bayi di bawah enam bulan, hindari penggunaan tabir surya kecuali atas rekomendasi dokter.
  • Jika kulit mulai terasa perih, memerah, atau melepuh, segera hentikan aktivitas berjemur dan konsultasikan ke dokter.

Durasi berjemur yang melebihi batas tidak akan membuat tubuh menghasilkan lebih banyak vitamin D. Sebaliknya, paparan berlebihan justru bisa memicu sunburn, penuaan dini, hingga kanker kulit.

Jadi, berjemurlah secukupnya. Nikmati hangatnya matahari pagi tanpa harus berlebihan. Karena seperti banyak hal dalam hidup, manfaat terbesar datang dari keseimbangan—bukan dari jumlah yang berlebihan.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel