Langkah Strategis Prabowo, Perintahkan TNI Bersiap untuk Misi Perdamaian Gaza

Prabowo
Prasetyo Hadi mentri sekertaris negara (foto: tangkap layar /youtube/ inews)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Minggu malam di Jalan Kertanegara, Jakarta, udara terasa tenang. Namun di balik ketenangan itu, Presiden Prabowo Subianto tengah memimpin rapat terbatas yang berisi keputusan besar: memerintahkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mulai bersiap menuju Gaza, Palestina.

Di ruang yang hangat bercahaya temaram, instruksi itu disampaikan langsung kepada Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita. Rapat tersebut berlangsung singkat, namun sarat makna.

Jika hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir melahirkan kesepakatan konstruktif dan mendapat restu Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama yang menawarkan langkah nyata: mengirim pasukan penjaga perdamaian.

Advertisement

“Kalau memang terjadi kesepakatan yang konstruktif, tidak menutup kemungkinan arahnya akan ke sana,” ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai rapat, Minggu (12/10/2025) malam, dikutip dari tvonenews.

Prasetyo menambahkan, Presiden ingin agar TNI bersiap sejak dini, bukan hanya sebagai simbol komitmen diplomatik, tetapi juga bentuk nyata peran Indonesia di kancah global.

Baca Juga :  Ahmad Muzani Sebut Pertemuan Prabowo Subianto-Megawati Soekarnoputri Ditunda

“Bapak Presiden menyampaikan agar TNI mempersiapkan diri. Ini bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia,” imbuhnya.

Tak lama setelah rapat berakhir, konvoi kepresidenan bergerak menuju Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma. Di tengah malam yang pekat, pesawat kepresidenan lepas landas membawa Prabowo menuju Kairo, Mesir. Di sanalah, di Sharm el-Sheikh, ia akan menghadiri KTT Perdamaian Gaza bersama para pemimpin dunia.

Dalam perjalanan itu, Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menurut Prasetyo, undangan ke KTT tersebut datang secara mendadak. Namun, bagi Prabowo, keputusan untuk hadir bukan sekadar agenda diplomasi—melainkan panggilan moral.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Dijadwalkan Mencoblos di TPS Bojongkoneng Bogor Besok

“Bapak Presiden memutuskan untuk hadir karena ini bagian dari ikhtiar menjaga hubungan baik dan memperjuangkan perdamaian di Gaza,” kata Prasetyo.

Langkah ini bukan yang pertama kali menunjukkan niat Prabowo menjadikan Indonesia sebagai kekuatan penjaga perdamaian. Dalam Sidang Umum PBB ke-80 di New York, 23 September lalu, ia telah menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirim 20.000 prajurit TNI ke wilayah konflik.

“Manakala mandat diberikan oleh DK PBB dan Majelis Umum, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau lebih putra-putri kami untuk menjaga perdamaian,” tegas Prabowo kala itu.

Dari Kertanegara ke Gaza, niat itu kini mulai menemukan bentuknya. Di tengah bayang-bayang perang dan luka panjang Palestina, Indonesia ingin hadir bukan sebagai penonton, melainkan penjaga harapan.***

Editor : Syafira

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel