TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di era serba digital, tak sedikit anak yang sudah akrab dengan layar gadget sejak usia balita. Namun kebiasaan ini ternyata menyimpan risiko serius. Bukan hanya keterlambatan bicara, paparan layar berlebih juga dapat meningkatkan kemungkinan anak mengalami rabun jauh atau mata minus.
Mata minus terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan di depannya. Akibatnya, benda-benda yang letaknya jauh terlihat buram. Pada anak, kondisi ini kerap dipicu oleh terlalu lama menatap layar gadget, minimnya aktivitas di luar ruangan, hingga faktor keturunan.
Menurut Dokter Spesialis Mata Bethsaida Hospital Gading Serpong, Artha Latief, banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anaknya mengalami gangguan penglihatan.
“Pertambahan mata minus ini akan mengganggu aktivitas belajar maupun perkembangan anak. Pemeriksaan mata rutin sejak dini sangat penting agar dapat dilakukan penanganan yang tepat,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/9).
Tanda-tanda Mata Minus pada Anak
Orang tua perlu waspada bila anak menunjukkan beberapa gejala berikut:
- Sering menyipitkan mata saat melihat jauh.
- Mengedip-ngedipkan mata ketika menatap layar atau televisi.
- Duduk terlalu dekat dengan layar atau papan tulis.
- Mengeluh sakit kepala atau mata cepat lelah.
- Sulit melihat jelas dari jarak jauh.
Mata minus bukan sekadar masalah penglihatan. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi prestasi sekolah, konsentrasi, bahkan kualitas hidup anak. Dalam jangka panjang, minus yang terus bertambah dapat menimbulkan komplikasi serius.
Artha menegaskan, kacamata hanyalah salah satu opsi. “Penanganan yang diberikan dokter mata tidak hanya sebatas kacamata. Ada berbagai metode lain, seperti lensa khusus atau terapi tertentu, yang dapat membantu mengendalikan progresivitas minus pada anak,” jelasnya.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Beberapa langkah sederhana bisa membantu mencegah atau mengendalikan mata minus pada anak, di antaranya:
- Menggunakan kacamata sesuai kondisi mata.
- Terapi obat tetes midriatika Atropine pada kasus tertentu.
- Membatasi screen time dan penggunaan gadget.
- Mengajak anak bermain di luar ruangan secara rutin.
- Menyediakan pencahayaan yang cukup saat membaca atau belajar.
- Mengaktifkan mode malam atau filter sinar biru di gadget.
- Menghindari tidur dengan lampu kamar menyala.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, menjaga kesehatan mata anak menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan perhatian sejak dini, pemeriksaan rutin, serta pembatasan penggunaan gadget, orang tua dapat membantu anak tumbuh dengan penglihatan yang lebih sehat sekaligus masa depan yang lebih cerah.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































