Pemkab Bogor Rancang Pembangunan Tiga JPO di Titik Strategis Cibinong

pembangunan tiga JPO
Kondisi JPO Stasiun Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. DPKPP sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan tiga JPO di titik strategis Cibinong yang ditargetkan rampung pada 2026. Foto : Ilustrasi/Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kabupaten Bogor tengah menyiapkan rencana pembangunan tiga JPO (jembatan penyeberangan orang) di wilayah Cibinong. Rencana ini muncul sebagai respons terhadap keluhan masyarakat yang kesulitan menyeberang jalan di beberapa titik strategis kawasan pusat pemerintahan kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan pihaknya sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk ketiga lokasi JPO. Proses penyusunan konsep pembangunan ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.

“Berkaitan dengan proses perencanaan pembangunan JPO, memang kita di akhir tahun ini membuat beberapa DED rencana pembangunan JPO,” kata Eko, Jumat (3/10/2025).

Advertisement

Pembangunan JPO akan difokuskan pada tiga titik yang dinilai krusial bagi kelancaran mobilitas pejalan kaki. Lokasi pertama berada di kawasan Simpang Lampu Merah Bapenda, persimpangan yang kerap padat dilalui kendaraan dan pejalan kaki.

Titik kedua direncanakan di sekitar kawasan Selamat Datang Hotel Bogor, tepatnya di Jalan Soekarno-Hatta, pintu keluar Tol Sentul. Kawasan ini menjadi salah satu akses utama bagi pengguna jalan tol yang hendak memasuki wilayah Cibinong.

Baca Juga :  Eva Rudy Susmanto Sebut Hari Kartin Momentum Kebangkitan Kaum Perempuan

Adapun lokasi ketiga akan dibangun di kawasan Cibinong Sentul Plaza (CSP), pusat perbelanjaan yang menjadi salah satu destinasi warga Cibinong dan sekitarnya.

Ketiga lokasi tersebut dipilih berdasarkan tingkat kepadatan lalu lintas dan kebutuhan masyarakat akan fasilitas penyeberangan yang aman. Menurut Eko, banyaknya keluhan warga mengenai sulitnya akses penyeberangan menjadi pertimbangan utama dalam penentuan lokasi.

Eko menegaskan bahwa pembangunan JPO tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan, tetapi juga sebagai upaya mempercantik wajah Kota Cibinong. Pemerintah daerah berharap JPO dapat menjadi ikon baru yang memberikan identitas visual bagi kawasan tersebut.

“Jadi bukan hanya sebagai fungsi penyeberangan, tapi untuk mempercantik kota sehingga kita mempunyai beberapa ikon yang bisa membuat masyarakat menikmati bahwa Kabupaten Bogor ini, terutama di Cibinong,” tutur Eko.

Pendekatan ini sejalan dengan tren pembangunan infrastruktur perkotaan modern yang tidak hanya memprioritaskan aspek fungsional, tetapi juga estetika dan kenyamanan warga.

Baca Juga :  Detik-Detik Ledakan di Gedung Nucleus: Warga Sempat Panik, Puing Berserakan

Terkait sumber pendanaan, Eko mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengkaji beberapa opsi. Pembangunan JPO dapat menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dukungan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Belum, jadi anggaran APBD atau CSR, nanti kita lihat. Kalau misalkan CSR tidak ada, ya APBD. Kalau memang ada, lebih bagus,” ungkap Eko.

Rencana pembangunan tiga JPO ini merupakan bentuk respons Pemkab Bogor terhadap aspirasi masyarakat. Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya menyampaikan bahwa banyak warga mengeluhkan sulitnya akses untuk menyeberang saat melintas di jalan raya, khususnya di kawasan Cibinong yang terus berkembang.

Dengan semakin padatnya lalu lintas di Cibinong sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi Kabupaten Bogor, keberadaan JPO diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pejalan kaki sekaligus mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan nyaman.

Apabila penyusunan DED selesai sesuai target pada akhir tahun ini, pembangunan ketiga JPO tersebut direncanakan akan direalisasikan sepanjang tahun 2026.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel