Rudal AIM-120C-7 Gagal Cegat UAV, Rumah Warga Polandia Jadi Korban

rudal AIM-120C
Pemerintah Polandia tengah menyelidiki insiden jatuhnya rudal AIM-120C-7 AMRAAM yang menghantam sebuah rumah di Desa Wyryki, Provinsi Lubelskie, Rabu, 10 September 2025. Foto : x.com/@ZentraleV

TIMETODAY.ID, WARSAWA – Pemerintah Polandia tengah menyelidiki insiden jatuhnya rudal AIM-120C-7 AMRAAM yang menghantam sebuah rumah di Desa Wyryki, Provinsi Lubelskie, Rabu, 10 September 2025). Rudal senilai sekitar Rp32 miliar itu diduga meleset dari sasaran saat mencoba mencegat pesawat nirawak (UAV) yang menyusup ke wilayah udara Polandia.

Badan Keamanan Nasional Polandia (BBN) menyatakan Presiden Karol Nawrocki telah meminta pemerintah menggunakan seluruh mekanisme yang ada untuk mengungkap insiden tersebut.

“Presiden Karol Nawrocki meminta agar penyelidikan dilakukan sesegera mungkin,” tulis pernyataan BBN, Kamis, 18 September 2025.

Advertisement

Media lokal melaporkan rudal ditembakkan dari jet tempur F-16 milik Angkatan Udara Polandia. Namun, sistem pemandu mengalami gangguan sehingga proyektil mengarah ke permukiman. Beruntung, rudal tidak meledak karena perangkat pengaman menonaktifkan sekring.

Baca Juga :  Viral Turis Spanyol Diduga Tuangkan Bir ke Gajah Kenya, Publik Murka

Mantan perwira intelijen Polandia, Maciej Korowaj, menyebut rumah warga itu rusak akibat energi benturan, bukan ledakan. Sementara itu, BBN menegaskan pemerintah tidak akan menutup-nutupi informasi. Nawrocki bahkan mengaku tidak mendapat laporan langsung terkait insiden tersebut dalam rapat Dewan Keamanan Nasional.

Insiden ini terjadi saat militer Polandia dan pasukan NATO merespons masuknya 19 UAV yang diduga milik Rusia. Pertahanan udara berhasil menembak jatuh empat UAV, sementara lainnya jatuh setelah kehabisan bahan bakar.

Baca Juga :  Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong Bertambah Jadi 44 Orang, 279 Masih Hilang

Presiden Nawrocki menilai intrusi itu sebagai upaya Rusia menguji kesiapan NATO. “Rusia ingin menguji mekanisme aksi dan kemampuan respons aliansi,” ujarnya.

Moskow membantah tuduhan tersebut dan menegaskan hanya menyerang target di Ukraina. Rusia juga menyatakan siap berdialog dengan Warsawa.

Sebagai langkah antisipasi, NATO meluncurkan Operasi Eastern Guardian untuk memperkuat pertahanan udara di sisi timur aliansi. Penguatan mencakup pengerahan dua jet F-16 Denmark, tiga jet Rafale Prancis, empat jet Typhoon Jerman, serta satu fregat pertahanan udara.

Editor : B. Supriyadi

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel