Diananda Choirunisa, Si Pemanah Underdog yang Bikin Kejutan di Korea

Diananda Choirunisa
Diananda Choirunisa ketika beraksi pada ajang Olimpiade Paris 2024. (Foto: REUTERS/Tingshu Wang)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Langkah Diananda Choirunisa di Kejuaraan Dunia Panahan 2025 di Gwangju, Korea Selatan, menjadi salah satu kisah paling berkesan bagi panahan Indonesia tahun ini. Meski akhirnya berhenti di posisi empat besar, perjuangan Diananda sarat dengan kejutan dan penuh drama.

Dari babak awal, Diananda tampil percaya diri. Ia melangkah mulus dengan kemenangan telak 7-1 atas Salome Kharshiladze (Georgia), lalu mengulang skor yang sama ketika menyingkirkan Berzan Kasandra (Moldova).

Ketangguhan Diananda diuji lebih serius di babak 32 besar. Bertemu pemanah tangguh India, Deepika Kumari, ia harus bertarung ketat hingga akhirnya unggul 6-4. Begitu pula di babak 16 besar, ketika ia kembali memetik kemenangan 6-4 atas unggulan kedua dunia, Casey Kaufhold dari Amerika Serikat.

Advertisement
Baca Juga :  Teror Lubang Raksasa di Seoul: Pemotor Tertelan dan Ditemukan Tewas

Momentum heroiknya datang di perempat final. Di hadapan publik Korea Selatan, Diananda membuat kejutan dengan menumbangkan Lim Si-hyeon, pemanah peringkat satu dunia. Skor 6-4 untuk Diananda seolah menjadi pernyataan: peringkat bukanlah segalanya.

Namun, di semifinal, perlawanan sengitnya harus terhenti. Zhu Jingyi dari China memaksa Diananda menyerah dengan skor tipis 4-6. Harapan medali masih terbuka lewat perebutan perunggu, tapi lagi-lagi keberuntungan menjauh setelah ia kalah dari An San, pemanah Korea Selatan peringkat 17 dunia.

Meski tanpa medali, pencapaian Diananda tetap disambut hangat. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Arsjad Rasjid, menyebut hasil ini sebagai prestasi yang menggembirakan.

“Ini merupakan capaian prestasi yang menggembirakan untuk saya sebagai Ketua Umum, dan mudah-mudahan bisa dipertahankan, bukan hanya oleh Diananda, tapi juga oleh seluruh tim. Sehingga target-target yang diberikan oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenpora, dapat tercapai,” kata Arsjad.

Baca Juga :  Pep Guardiola Pastikan James Trafford Tetap Bertahan di Manchester City

Arsjad menambahkan, target panahan Indonesia kini bukan hanya mempertahankan dominasi di SEA Games, tapi juga meningkatkan raihan medali di Asian Games, hingga melangkah lebih jauh ke Olimpiade Los Angeles 2028.

Di atas kertas, Diananda memang datang ke kejuaraan ini dengan status underdog di peringkat 30 dunia. Namun, ia sukses menyingkirkan nama-nama besar yang ada di atasnya: Kaufhold (peringkat 2), Kumari (6), hingga Lim Si-hyeon (1). Walau pulang tanpa medali, perjuangan Diananda Choirunisa meninggalkan kesan bahwa ia pantas disegani di panggung dunia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel