TIMETODAY.ID, DOHA — Doha menjadi panggung solidaritas baru dunia Islam. Dalam KTT Islam-Arab yang digelar di ibu kota Qatar, Senin (15/9/2025), Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan forum tersebut adalah bukti nyata dukungan penuh negara-negara Islam terhadap Qatar.
Negeri Teluk itu baru saja diguncang serangan Israel yang menargetkan para pemimpin Hamas saat tengah membahas proposal gencatan senjata.
Serangan itu, kata Erdogan, tidak hanya melukai Qatar, tetapi juga menambah daftar panjang agresi Israel.
“Serangan tersebut telah menaikkan derajat kejahatan Israel ke tingkat yang baru,” tegasnya dalam pidato di KTT, seperti dikutip Anadolu, Selasa (16/9/2025).
Erdogan menuding Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sengaja mempertahankan jalur kekerasan.
“Netanyahu tidak bisa menyangkal lagi bahwa dia ingin melanjutkan pembantaian dan praktik genosida di Palestina sekaligus menyebabkan ketidakstabilan di kawasan,” ucapnya.
Ia pun menyerukan langkah diplomatik yang lebih agresif.
“Kita harus mengintensifkan upaya diplomatik (untuk meningkatkan sanksi terhadap Israel),” kata Erdogan, sembari menekankan bahwa negara-negara Islam memiliki kekuatan dan sarana untuk menahan ambisi ekspansionis Israel.
Bagi Erdogan, perjuangan ini akan panjang. Ia menegaskan Turki tidak akan berhenti hingga Palestina berdiri sebagai negara merdeka sesuai peta perbatasan 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota.
Tak hanya itu, ia juga menggarisbawahi pentingnya kerja sama pertahanan lintas negara Islam.
“Turki akan selalu membantu Qatar,” ujarnya, sembari menawarkan kemampuan industri pertahanan negaranya kepada negara-negara sahabat.
“Kita harus mengintensifkan kerja sama untuk menang dalam beberapa dekade mendatang,” tambahnya, menutup pidato dengan nada penuh tekad.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































