TIMETODAY.ID, NAGEKEO — Derasnya hujan yang mengguyur Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, membawa duka mendalam bagi warga Kecamatan Mauponggo. Banjir bandang yang melanda wilayah itu pada Senin malam hingga Selasa (9/9/2025) pagi merenggut tiga nyawa sekaligus, sementara empat orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Camat Mauponggo, Leonardus Loda, mengonfirmasi bahwa korban meninggal merupakan satu keluarga dari Desa Sawu. Mereka terdiri atas seorang suami, anak, dan mertua yang terjebak di dalam sebuah pondok di pinggiran Kali Malasawu ketika air bah datang.
“Korban yang sudah diketahui tiga orang, dua orang dewasa dan satu anak-anak. Tiga orang meninggal sekarang ada di puskesmas, sudah ditangani oleh petugas puskesmas,” ujar Leonardus, Selasa pagi.
Suasana duka menyelimuti desa. Sementara keluarga korban tengah berjuang menerima kenyataan pahit, warga lain juga dihantui kecemasan. Sebab, hingga kini empat orang masih hilang. “Dua anak-anak dan dua dewasa. Yang lain masih dicek karena kami di sini masih hujan sehingga menghambat proses pencarian,” tambah Leonardus.
Upaya pencarian korban dilakukan dengan segala keterbatasan. Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD Kabupaten Nagekeo belum tiba di lokasi. Pencarian sementara dilakukan oleh warga setempat dibantu aparat, meski cuaca buruk membuat langkah mereka semakin sulit.
Di tengah derasnya hujan dan aliran air sungai yang meluap, harapan masih terpatri. Warga Mauponggo bergantian menyusuri aliran Kali Malasawu, berharap empat jiwa yang hilang bisa segera ditemukan.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































