Korban Meninggal Tragedi Ambruknya Majelis Taklim Ciomas Bertambah Jadi 4 Orang

Majelis Taklim
Petugas BPBD Kabupaten Bogor melakukan pemeriksaan di lokasi ambruknya bangunan Majelis Taklim Asobiyah, Kampung Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Senin (8/9/2025). Foto : Amelia Azizah/timetoday.id

TIMETODAY.ID, BOGOR – Tragedi ambruknya bangunan Majelis Taklim Asobiyah di Kampung Kompas, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat semakin memilukan setelah jumlah korban terus bertambah.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Senin (8/9/2025), korban meninggal dunia kini mencapai empat orang dengan 85 jemaah mengalami luka-luka.

Tragedi ini bermula, Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 08.30 WIB saat ratusan jemaah sedang mengikuti acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Bangunan dua lantai yang menjadi tempat ibadah tersebut tiba-tiba ambruk, menimpa puluhan jemaah yang sedang khusyuk dalam kegiatan keagamaan.

Advertisement

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah korban merupakan hasil pendataan lanjutan yang dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan.

“Awalnya kami catat ada tiga korban meninggal, tapi setelah update terakhir bertambah jadi 4 orang, sedangkan korban luka-luka jumlahnya juga naik, total sekarang ada 85 orang,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (8/9/2025).

Baca Juga :  Good News: Film Thriller Korea Terbaru yang Diangkat dari Kisah Nyata Pembajakan Pesawat Tahun 1970

Korban keempat yang meninggal dunia adalah seorang perempuan yang sempat dirawat di rumah sakit namun tidak dapat diselamatkan. Identitas keempat korban jiwa belum dapat dipublikasikan karena masih dalam proses identifikasi dan koordinasi dengan keluarga.

Para korban luka tersebar di berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bogor dan sekitarnya. Adam merinci bahwa korban dirujuk ke RSUD Kota Bogor, RS PMI Kota Bogor, RS Medika Dramaga, RS Marzuki Mahdi, serta beberapa klinik dan puskesmas di sekitar Kecamatan Ciomas.

“Kondisi korban beragam, ada yang luka ringan, sedang, sampai luka berat. Sebagian sudah bisa pulang, tapi banyak juga yang masih dalam perawatan intensif,” jelas Adam sambil menambahkan bahwa tim medis terus memantau perkembangan kondisi para korban.

Baca Juga :  31 Korban Musala Ambruk di Ciomas Dievakuasi ke Rumah Sakit, 3 Meninggal

Dari 85 korban luka-luka, sekitar 36 orang diantaranya harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Bogor karena mengalami luka serius akibat tertimpa reruntuhan bangunan.

Hasil investigasi awal menunjukkan bahwa penyebab ambruknya bangunan adalah struktur yang tidak mampu menahan beban berlebih.

“Bangunan dua lantai itu dipakai untuk kegiatan maulid, jamaahnya cukup banyak, beban yang berat bikin bangunan ambruk,” kata Adam.

Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait tragedi ini. Menag mencatat pentingnya transparansi dalam proses investigasi untuk mengungkap penyebab pasti ambruknya bangunan dan mencegah tragedi serupa di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga berkomitmen memberikan bantuan penuh kepada keluarga korban dan menanggung biaya pengobatan bagi para korban yang masih menjalani perawatan medis.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel