TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di banyak meja makan keluarga Indonesia, ikan bilis atau yang akrab disebut ikan teri, sering hadir sebagai lauk sederhana. Meski kecil, siapa sangka ikan mungil ini menyimpan segudang manfaat untuk tubuh. Dari protein, kalsium, hingga omega-3, ikan bilis bisa jadi pilihan hemat namun kaya nutrisi bagi siapa saja.
“Ikan bilis itu lauk merakyat, tapi kandungan gizinya luar biasa,” begitu kira-kira yang diyakini banyak ahli gizi.
Kandungan Gizi di Balik Ukurannya yang Mini
Dalam 100 gram ikan bilis, tersimpan hampir 29 gram protein, 232 miligram kalsium, serta berbagai mineral penting seperti zat besi, magnesium, fosfor, hingga kalium. Jangan lupakan vitamin B kompleks dan vitamin D yang ikut hadir dalam jumlah kecil.
Artinya, meski bentuknya mungil, ikan bilis punya kontribusi besar untuk:
- membangun dan memperbaiki jaringan tubuh,
- mendukung pertumbuhan tulang dan gigi,
- menjaga kesehatan jantung,
- hingga membantu daya ingat lewat kandungan omega-3-nya.
Manfaat Sehari-hari yang Bisa Dirasakan
Tak heran kalau ikan bilis sering jadi pilihan lauk alternatif selain ayam atau daging sapi. Kandungan kalsiumnya mampu menjaga kepadatan tulang, sementara proteinnya membuat otot tetap kuat. Anak-anak, ibu hamil, hingga orang lanjut usia bisa sama-sama merasakan manfaat dari si ikan mungil ini.
Bahkan, berkat vitamin D, ikan bilis juga membantu penyerapan kalsium sekaligus meningkatkan daya tahan tubuh. Satu menu sederhana, manfaatnya bisa menjalar ke berbagai aspek kesehatan.
Waspada Kandungan Garam dan Pengawetan
Meski kaya nutrisi, ada catatan penting. Ikan bilis kering biasanya melalui proses penggaraman, sehingga kadar natriumnya cukup tinggi. Pada penderita hipertensi, konsumsinya harus dibatasi.
Selain itu, di pasaran masih ditemukan produk ikan bilis yang diawetkan dengan bahan berbahaya. Ciri-cirinya bisa dilihat dari warna terlalu putih, bau menyengat, atau tekstur kenyal yang tidak wajar.
Tips Aman Menikmati Ikan Bilis
Agar manfaatnya bisa diperoleh secara maksimal, berikut beberapa cara sederhana yang bisa diterapkan:
- Pilih ikan bilis segar atau produk dengan label BPOM.
- Rendam ikan bilis kering dalam air hangat sebelum dimasak untuk mengurangi kadar garam.
- Masak dengan cara lebih sehat, misalnya ditumis ringan, direbus, atau dijadikan campuran sup.
- Untuk MPASI, gunakan ikan bilis segar yang dihaluskan, bukan ikan bilis kering.
- Simpan di tempat kering dan tertutup rapat agar aman dari kontaminasi.
Bagi kebanyakan orang, konsumsi sekitar 10–20 gram per hari sudah cukup aman. Namun bagi penderita hipertensi atau gangguan ginjal, sebaiknya konsultasikan dulu ke dokter atau ahli gizi.
Si Kecil yang Tak Boleh Diremehkan
Pada akhirnya, ikan bilis mengajarkan bahwa tak semua makanan bergizi harus mahal. Dengan memilih dan mengolahnya dengan bijak, ikan mungil ini bisa jadi sahabat kesehatan keluarga, dari anak kecil hingga orang tua.***
Editor : Syafira
Sumber : alodokter.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































