TIMETODAY.ID, JAKARTA — Selera makan merupakan hal yang sangat personal. Makanan yang dianggap lezat oleh sebagian orang belum tentu bisa diterima oleh orang lain. Bahkan, beberapa jenis makanan yang populer di sejumlah negara justru masuk dalam daftar makanan paling dibenci di dunia karena aroma, tekstur, maupun cita rasanya yang dianggap tidak biasa.
Perbedaan budaya dan kebiasaan makan menjadi salah satu alasan mengapa makanan tertentu sulit diterima secara luas. Meski memiliki penggemar setia, sejumlah makanan berikut kerap mendapat penolakan dari banyak orang di berbagai negara.
1. Ikan Teri
Di Indonesia, ikan teri menjadi pelengkap berbagai hidangan, mulai dari nasi liwet hingga sambal. Namun, di sejumlah negara, terutama Amerika Serikat, ikan kecil ini termasuk salah satu makanan yang paling sering dihindari.
Banyak orang menganggap rasa umami dan asin yang kuat pada ikan teri terlalu mendominasi sehingga menutupi cita rasa bahan makanan lainnya. Selain itu, aroma khas laut yang cukup tajam serta bentuk ikan yang masih utuh membuat sebagian orang merasa kurang nyaman saat mengonsumsinya.
2. Hati Hewan
Hati sapi maupun hati ayam dikenal kaya nutrisi dan kerap diolah menjadi berbagai masakan tradisional. Meski demikian, bahan makanan ini ternyata memiliki cukup banyak penentang.
Teksturnya yang lembut namun sedikit berpasir serta aroma khas yang kuat menjadi alasan utama mengapa banyak orang enggan menyantapnya. Selain faktor rasa, sebagian orang juga merasa kurang nyaman karena hati merupakan organ yang berfungsi menyaring zat-zat dalam tubuh hewan.
3. Durian
Bagi masyarakat Asia Tenggara, durian sering disebut sebagai “Raja Buah”. Namun popularitasnya tidak selalu sejalan dengan penerimaan masyarakat dunia.
Aroma durian yang sangat kuat menjadi faktor terbesar yang membuat buah ini menuai pro dan kontra. Sebagian orang menyukai perpaduan rasa manis dan tekstur lembutnya, sementara yang lain menganggap baunya terlalu menyengat dan sulit ditoleransi. Tak heran jika beberapa hotel, transportasi umum, hingga ruang publik di berbagai negara melarang durian masuk ke area mereka.
Selain aroma, tekstur buah yang lembek dan creamy juga menjadi alasan mengapa banyak orang tidak bisa menikmati durian.
4. Daun Ketumbar (Cilantro)
Daun ketumbar atau cilantro sering digunakan dalam masakan Asia dan Amerika Latin sebagai penambah aroma segar. Namun, bahan ini termasuk salah satu yang paling kontroversial di dunia kuliner.
Bagi sebagian orang, ketumbar memberikan sensasi segar dan khas. Sebaliknya, ada pula yang merasakan rasa menyerupai sabun ketika mengonsumsinya. Fenomena tersebut diyakini berkaitan dengan faktor genetik yang memengaruhi cara seseorang menangkap senyawa tertentu dalam daun ketumbar.
5. Sarden
Sarden menjadi pilihan praktis karena mudah ditemukan dan kaya kandungan gizi. Meski demikian, ikan ini juga sering masuk daftar makanan yang kurang disukai.
Aroma amis yang cukup kuat, terutama pada produk sarden kalengan, menjadi alasan utama. Selain itu, teksturnya yang lembut serta tampilan ikan yang terkadang masih utuh membuat sebagian orang kehilangan selera.
Tak sedikit pula yang mengaitkan sarden kalengan dengan makanan murah atau makanan olahan, sehingga citranya kurang menarik bagi sebagian konsumen.
Selera Tak Bisa Dipaksakan
Meski kerap disebut sebagai makanan paling dibenci, kelima makanan tersebut tetap memiliki banyak penggemar di berbagai belahan dunia. Perbedaan budaya, kebiasaan makan, hingga faktor genetik membuat setiap orang memiliki preferensi rasa yang berbeda.
Pada akhirnya, makanan yang dianggap lezat atau tidak tetap kembali pada selera masing-masing. Apa yang membuat seseorang menolak satu makanan, bisa jadi justru menjadi hidangan favorit bagi orang lain.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































