Tour de Malasari Perdana, Pemkab Bogor Bagikan 422 Sepeda untuk Warga

Bogor
Tour de Malasari Perdana, Pemkab Bogor Bagikan 422 Sepeda untuk Warga, Sabtu (23/8/2025). (Foto: Amelia Azizah/ timetoday.id)

TIMETODAY.ID, BOGOR — Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, berubah menjadi pusat perhatian pada Sabtu pagi (23/8/2025). Ratusan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia memadati jalanan desa yang dikelilingi hamparan perkebunan teh, untuk ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional balap sepeda bertajuk ‘Tour de Malasari’.

Ajang ini merupakan inisiatif perdana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Start dimulai dari Kantor Kecamatan Nanggung sekitar pukul 07.00 WIB.

Para peserta kemudian menaklukkan jalur berbatu yang menantang, ditemani panorama khas pedesaan Malasari yang sejuk dan asri.

Advertisement
Baca Juga :  Rudy Susmanto Tegaskan Sinergi Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar dalam Pembangunan

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyampaikan, Tour de Malasari bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga sarana berbagi kebahagiaan dengan masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan kegiatan Tour de Malasari dengan bahu membahu membagi kebahagiaan dengan seluruh masyarakat di Desa Malasari,” ujar Rudy kepada wartawan.

Tak hanya menghadirkan balapan, Rudy memanfaatkan momentum ini untuk memberikan hadiah istimewa bagi warga.

“Hari ini alhamdulillah dibagikan sepeda jumlahnya 422 unit kepada masyarakat Desa Malasari, khususnya anak-anak agar bisa berangkat sekolah karena jalan di sini rusak,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Lepas 439 Calon Jamaah Haji Kloter 14 JKS ke Tanah Suci

Lebih dari sekadar hiburan, Rudy berharap Tour de Malasari mampu membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Kecamatan Nanggung. Ia pun menegaskan bahwa kegiatan ini tidak berhenti hanya sekali, melainkan akan menjadi agenda tahunan.

“Kami berkomitmen event seperti ini menciptakan pertumbuhan ekonomi karena Desa Malasari ini adalah desa dengan sejuta potensi keindahan alam di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak yang berada di tengah perkebunan teh yang sudah berdiri dari era kolonial Belanda,”tutup Rudy.***

Editor : Syafira

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel