
TIMETODAY.ID, BOGOR – Proyek pembangunan Jalan Bojonggede–Kemang (Bomang) yang sempat tersendat, dipastikan kembali berlanjut pada 2025. Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, menegaskan jalur tersebut menjadi prioritas strategis Pemkab Bogor karena perannya yang vital dalam membuka akses antarwilayah sekaligus mengurai kemacetan di kawasan penyangga Ibu Kota.
“Saya diperintahkan Pak Bupati Bogor untuk survei jalan Bomang yang belum selesai, agar secepatnya bisa diselesaikan,” ujar Ade Ruhandi, seperti dikuti dari radarbogor, Jumat (22/8/2025).
Jalan Bomang yang menghubungkan Kecamatan Bojonggede, Kemang, Parung, hingga menuju kawasan pemerintahan Kabupaten Bogor di Cibinong itu digadang-gadang sebagai alternatif untuk mengurai padatnya arus lalu lintas di jalur utama Depok–Bogor sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi wilayah sekitar.
“Bomang sangat strategis karena bisa menghubungkan akses ekonomi antar kecamatan. Jadi manfaatnya bukan hanya soal mobilitas warga, tapi juga untuk pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Jaro Ade, sapaan akrabnya.
Pada 2025, Pemkab Bogor mengalokasikan anggaran puluhan miliar rupiah untuk melanjutkan pembangunan jalan tersebut. Skema pembiayaan dilakukan secara bertahap, dengan target pengerjaan jalan dan jembatan selesai dalam beberapa tahun ke depan.
“Maka secara bertahap, tahun ini pun sudah dianggarkan beberapa puluh miliar. Nanti sisanya kita tuntaskan,” kata Jaro Ade.
Kesiapan pembangunan Bomang juga ditegaskan Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Bogor, Ujang Supardi. Menurutnya, seluruh tahapan administratif dan teknis telah rampung, mulai dari penetapan pemenang kontrak hingga peninjauan lapangan bersama (PLB).
“Sampai saat ini, kemarin hari Kamis peninjauan lapangan bersama (PLB). Mudah-mudahan di bulan September sudah mulai fisiknya,” kata Ujang.
Ia menyebut, proyek tahun ini mencakup pembangunan jalan sepanjang 3,3 kilometer di sisi kiri arah Cibinong dengan dukungan APBD senilai Rp 33 miliar.
“Sekarang yang belum sekitar 300 meter ke arah jembatan sebelah kiri. Mudah-mudahan tahun besok jembatan bisa dibangun. Tahun 2026 targetnya sudah tersambung penuh kiri-kanan,” jelasnya.
Jika tidak ada kendala teknis maupun cuaca, pengerjaan jalan diproyeksikan selesai dalam waktu empat bulan sejak dimulai.
“Kalau September mulai, berarti selesai sekitar empat bulan ke depan. Pembangunan ini murni menggunakan APBD,” ujar Ujang menambahkan.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































