TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mungkin terdengar menggelikan, tapi faktanya cacing bisa hidup di tubuh manusia. Parasit ini menyerap nutrisi dari inangnya, dan bila tidak ditangani, sebagian bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun.
Infeksi cacing paling sering terjadi di wilayah dengan sanitasi buruk, akses air bersih terbatas, atau kebiasaan higienitas yang rendah. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan karena sering terpapar tanah, air, atau makanan yang terkontaminasi.
Kasus balita di Sukabumi yang tubuhnya dipenuhi cacing kembali mengingatkan masyarakat bahwa infeksi ini bukan hal sepele. Berikut beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi manusia:
1. Cacing kremi (Enterobius vermicularis)
Cacing kecil berwarna putih ini sering menyerang usus besar dan rektum. Gejalanya khas: rasa gatal di sekitar anus, terutama malam hari ketika cacing betina bertelur. Penularan bisa melalui tangan, pakaian, atau sprei yang terkontaminasi.
2. Cacing pita (Taenia solium & Taenia saginata)
Bisa bertahan hingga 25 tahun di tubuh manusia. Masuk lewat daging babi atau sapi yang tidak matang. Gejalanya meliputi mual, diare, penurunan berat badan, hingga malnutrisi.
3. Cacing gelang (Ascaris lumbricoides)
Sering ditemukan di daerah dengan sanitasi buruk. Ukurannya bisa mencapai 35 cm. Gejalanya mulai dari batuk, demam, hingga penurunan berat badan.
4. Cacing filaria (Wuchereria bancrofti)
Menular lewat gigitan nyamuk. Bisa menyebabkan pembengkakan pada kaki atau area genital, dan bila kronis berkembang menjadi filariasis atau kaki gajah.
5. Cacing trichinella
Masuk lewat daging hewan pemakan daging yang tidak dimasak sempurna. Menyebabkan trikinosis dengan gejala diare, nyeri otot, demam, hingga bengkak pada wajah.
6. Cacing hati (Fasciola hepatica)
Masuk melalui sayuran mentah atau air yang terkontaminasi. Infeksi bisa merusak hati dan saluran empedu, memicu sakit perut, demam, dan mual.
7. Cacing cambuk (Trichuris trichiura)
Hidup di usus besar. Penularannya melalui tanah, sayuran, atau buah yang tidak dicuci bersih. Infeksi berat bisa menimbulkan diare berdarah, anemia, hingga gangguan tumbuh kembang anak.
8. Cacing tambang (Necator americanus & Ancylostoma duodenale)
Larva menembus kulit, biasanya saat berjalan tanpa alas kaki di tanah. Di usus, mereka menghisap darah hingga menyebabkan anemia, lemas, dan nyeri perut.
Pencegahan utama: menjaga kebersihan diri, rutin cuci tangan, mencuci makanan dengan benar, memasak daging hingga matang, dan rutin konsumsi obat cacing sesuai anjuran dokter.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































