TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tak semua mimpi buruk datang saat kita tidur. Sebab bagi sebagian orang, mimpi buruk itu hadir dalam wujud nyata dalam bentuk makhluk parasit kecil yang tak terlihat mata, tapi diam diam menyebar dari perut, otak, hingga organ vital lain.
Ya, mereka adalah cacing pita, parasit yang kerap ditemukan dalam tubuh manusia akibat kebiasaan sepele: mengonsumsi makanan yang tidak matang sempurna.
Beberapa waktu lalu, warganet digegerkan oleh unggahan Dr Sam Ghali, seorang dokter IGD, yang membagikan hasil rontgen pasien dengan tubuh dipenuhi bintik-bintik lonjong tanda bahwa pasien tersebut menderita cysticercosis, infeksi akibat kista larva Taenia solium alias cacing pita babi.
Foto itu memperlihatkan kenyataan mengerikan: larva tak kasatmata bisa menyebar ke seluruh tubuh. Pasien ini tertular setelah mengonsumsi daging babi yang kurang matang.
Dari Migrain hingga Kematian: Ketika Larva Cacing Menyusup ke Otak
Dalam laporan lain yang dirilis American Journal of Case Reports, seorang pria 52 tahun mengalami migrain parah yang tak kunjung sembuh.
Usut punya usut, ia ternyata menderita neurocysticercosis infeksi larva cacing pita di otaknya. Ia tertular dari telur cacing yang mungkin masuk ke tubuh melalui makanan yang terkontaminasi.
Menurut CDC, manusia bisa terkena infeksi ini jika tanpa sadar menelan telur cacing yang berasal dari kotoran manusia pembawa cacing pita.
Untungnya, pasien sembuh setelah diberi obat anti-parasit dan anti-inflamasi. Tapi tak semua orang seberuntung itu.
Demi Viral, Pria Ini Nekat Makan Ikan Berisi Cacing Pita
Kasus lain datang dari Amerika Serikat. Seorang pria bernama Nicolas Kratka memutuskan melakukan aksi ekstrem demi konten: memakan ikan mentah yang jelas-jelas penuh cacing pita.
Tak lama setelah itu, Nicolas mulai mual dan merasa ada yang salah dalam tubuhnya.
Dokter memperingatkan bahwa jika tak ditangani segera, cacing itu bisa menyebar ke mata atau otaknya yang bisa berujung kematian.
Beruntung, ia segera mendapat obat antiparasit dan berhasil pulih. Tapi risikonya sungguh tak sebanding dengan keinginannya untuk viral.
Pil Cacing Pita: Jalan Pintas Diet yang Justru Jadi Mimpi Buruk
Sebuah tren berbahaya juga terpantau menyebar lewat dark web: pil berisi telur cacing pita dijual sebagai “cara cepat menurunkan berat badan”.
Seorang pasien perempuan berinisial TE tergiur dan menelan dua pil tersebut. Awalnya ia senang karena berat badannya turun.
Tapi lama-lama muncul gejala aneh—perut kembung, benjolan di bawah dagu, hingga sensasi ada yang bergerak saat buang air besar.
Dokter menemukan dua jenis cacing pita berkembang di tubuhnya: Taenia saginata (sapi) dan Taenia solium (babi).
Cacing tersebut menyebar hingga ke lidah, liver, bahkan otak. Benjolan di bawah dagunya ternyata kumpulan telur cacing yang membentuk gumpalan.
20 Tahun Hidup Normal, Ternyata Otaknya Ditinggali Cacing
Yang lebih mengerikan, ada kasus pria 38 tahun yang mendadak kejang setelah hidup sehat selama dua dekade.
Pemeriksaan menunjukkan, seekor cacing pita telah hidup dan berpindah-pindah di dalam otaknya selama 20 tahun terakhir!
Menurut CDC, infeksi seperti ini sering terjadi di negara-negara dengan sanitasi buruk seperti di beberapa wilayah di Asia, Afrika, dan Amerika Latin.
Penyakit ini tak hanya menyebabkan kejang, tapi juga bisa berujung pada kematian.
Waspada, Cacing Bisa Datang dari Mana Saja
Bukan hanya babi, cacing pita juga bisa datang dari ikan air tawar, udang, dan daging lain yang tidak dimasak dengan benar.
Seperti kasus di China, seorang pria 70 tahun ditemukan memiliki lima cacing hati hidup di perutnya setelah memakan udang setengah matang.
Para dokter harus mengekstraksi parasit itu dari saluran empedunya dan memberinya pengobatan lanjutan, termasuk kemoterapi karena infeksi sudah berhubungan dengan kanker usus.
Penutup: Masih Berani Makan Setengah Matang?
Kasus-kasus di atas mungkin ekstrem, tapi sangat nyata. Kebiasaan makan daging atau ikan mentah mungkin terlihat biasa—bahkan dianggap gaya hidup modern.
Namun tanpa kehati-hatian, itu bisa menjadi pintu masuk bagi parasit berbahaya yang dapat menetap dalam tubuh selama bertahun-tahun.
Jadi, sebelum tergoda sashimi, steak rare, atau tren diet aneh di internet ada baiknya kita bertanya pada diri sendiri: Apakah ini benar-benar aman?
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































