Pentingnya Mewaspadai Pemicu Kambuh pada Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar
Ilustrasi Gangguan bipolar (foto: istock)

TIMETODAY.ID, JAKARTAGangguan bipolar adalah salah satu kondisi kesehatan mental yang ditandai oleh perubahan suasana hati yang ekstrem. Pergeseran emosi ini dapat berupa fase energi tinggi dan euforia yang disebut mania atau hipomania, maupun fase suasana hati yang jatuh ke dalam depresi.

Pada titik tertentu, penderita bisa mengalami kekambuhan (relaps). Saat kambuh, gejala klasik mania maupun depresi muncul kembali dan dapat berlangsung dalam hitungan minggu hingga berbulan-bulan. Karena itu, penting mengenali tanda-tandanya sejak awal.

Jenis Episode dalam Kekambuhan Bipolar
Mengutip Health Central dan Serenity Mental Health Centers, terdapat tiga bentuk utama episode saat bipolar kambuh, yakni mania, hipomania, dan depresi.

Advertisement

Episode Mania ditandai dengan beberapa ciri berikut:

  • Mudah tersulut emosi atau gelisah

  • Pikiran terasa berpacu cepat dan sulit dikendalikan

  • Tidur sangat sedikit tetapi tetap merasa bertenaga

  • Berperilaku berisiko, misalnya mengemudi ugal-ugalan atau melakukan aktivitas seksual impulsif

  • Rasa bahagia berlebihan disertai percaya diri tinggi

  • Sulit berkonsentrasi karena mudah terdistraksi

Baca Juga :  Anti Mabuk Perjalanan! Ini Cara Mencegah Plus Rekomendasi Obatnya

Sementara itu, Episode Hipomania merupakan bentuk mania yang lebih ringan. Penderitanya sering merasa penuh energi dan bersemangat, bahkan tampak “baik-baik saja”.

Namun, orang di sekitarnya biasanya menyadari adanya perubahan suasana hati maupun tingkat aktivitas. Hipomania sering berujung pada depresi berat, dan jika tidak ditangani, dapat berkembang menjadi mania parah.

Adapun Episode Depresi dalam bipolar kambuh dapat terlihat dari gejala:

  • Perasaan sedih dan putus asa

  • Tidur berlebihan

  • Perubahan pola makan, bisa sangat sedikit atau berlebihan

  • Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya disukai

  • Rasa lelah berkepanjangan

  • Penurunan atau kenaikan berat badan

  • Kesulitan berkonsentrasi dan berpikir jernih

  • Pikiran untuk mengakhiri hidup

Baca Juga :  Journaling Bisa Redakan Stres, Begini Cara Memulainya

Pemicu Kekambuhan Bipolar
Menurut seorang profesor Psikiatri dan Ilmu Saraf Perilaku dari Wayne University, Detroit, kekambuhan bipolar terjadi ketika gejala-gejala khas gangguan ini muncul kembali secara mendadak, dan butuh waktu berhari-hari hingga kondisi kembali stabil.

Beberapa faktor pemicunya antara lain:

  1. Kurang Tidur
    Kurang tidur menjadi pemicu yang sangat kuat. Selain sebagai tanda kekambuhan, kurang tidur juga dapat memperburuk kondisi. Hilangnya ritme sirkadian membuat penderita semakin rentan mengalami relaps.

  2. Stres Emosional
    Peristiwa besar dalam hidup seperti kehilangan orang terdekat, perceraian, kehilangan pekerjaan, atau sakit berat bisa memicu kambuhnya bipolar, terutama jika dibarengi dengan kurang tidur.

  3. Obat-obatan
    Penggunaan obat tertentu, terutama antidepresan tanpa disertai penstabil suasana hati, dapat memicu mania. Selain itu, penghentian obat bipolar secara tiba-tiba juga meningkatkan risiko kekambuhan.

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel