TIMETODAY.ID, JAKARTA — Saat langit industri musik global kian penuh dengan bintang, satu nama dari Korea Selatan terus bersinar lebih terang: Rose, vokalis utama BLACKPINK, kembali mencatatkan namanya dalam sejarah.
Album solo penuh perdananya, “Rosie”, resmi bertahan selama 27 minggu di chart Billboard 200—menjadikannya album dari penyanyi solo perempuan K-pop dengan durasi tayang terlama dalam sejarah chart tersebut.
Bukan sekadar bertahan, “Rosie” memulai debutnya dengan ledakan. Dirilis pada Desember tahun lalu, album yang memuat 12 lagu itu langsung menembus posisi No. 3 saat peluncuran—pencapaian tertinggi yang pernah diraih solois perempuan K-pop di Billboard 200.
Namun kisah gemilang ini tak berhenti di album. Single pra-rilis “APT.”, kolaborasi manis antara Rose dan Bruno Mars, menjadi hit global yang belum juga meredup.
Lagu ini telah bertahan selama 41 minggu berturut-turut di Billboard Hot 100, dan saat ini duduk nyaman di posisi No. 45, setelah sebelumnya sempat menyentuh posisi No. 3—rekor luar biasa lain yang menjadikan Rose sebagai solois K-pop perempuan paling bersinar di kancah global saat ini.
Di tengah keberhasilan solonya, Rose tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari BLACKPINK yang tengah menjalani tur dunia bertajuk “DEADLINE.” Dimulai dari Goyang, tur ini telah menggetarkan panggung-panggung besar di Los Angeles, Chicago, Toronto, New York, Paris, Milan, Barcelona, London, hingga kota-kota Asia seperti Kaohsiung, Bangkok, Jakarta, dan Bulacan.
Penampilan mereka di Jakarta dijadwalkan pada 1–2 November 2025, sementara konser penutup yang penuh harapan dan nostalgia akan digelar pada 29–30 November 2025 di National Stadium, Singapura.
Sepanjang tur ini, BLACKPINK juga menjadi girl group K-pop pertama yang tampil di stadion legendaris seperti Wembley Stadium di London—mengukir jejak baru dalam sejarah K-pop.
Kombinasi antara pencapaian individual Rose dan kesuksesan global BLACKPINK menjadi bukti bahwa mereka bukan sekadar tren, melainkan fenomena budaya pop yang tak bisa diabaikan. Mereka bukan hanya memecahkan rekor—mereka menciptakan standar baru.***








































