Kim Keon Hee Diperiksa Sebagai Tersangka Skandal Politik Terbesar di Korea Selatan

Kim Keon Hee
Kim Keon Hee, mantan Ibu Negara Korea Selatan, mendatangi kantor jaksa khusus di Seoul pada Rabu, 6 Agustus 2025. (foto : REUTERS/Kim Hong-Ji)

TIMETODAY.ID, SEOUL — Pagi yang dingin di Seoul menjadi saksi langkah berat seorang perempuan yang pernah berdiri di samping orang nomor satu Korea Selatan. Kim Keon Hee, mantan Ibu Negara sekaligus istri Presiden Yoon Suk Yeol yang kini telah dimakzulkan, berjalan memasuki gedung Kejaksaan Agung, Rabu (6/8/2025), dengan sorotan kamera mengikutinya dari segala arah.

Hari itu, ia bukan lagi simbol keanggunan kekuasaan—melainkan seorang tersangka dalam kasus kriminal yang mengguncang Negeri Ginseng.

Dengan mengenakan busana gelap dan raut wajah serius, Kim menyapa media di depan kantor kejaksaan sebelum pemeriksaan dimulai. Suaranya tenang, namun sarat tekanan.

Advertisement

“Saya dengan tulus meminta maaf kepada rakyat karena menimbulkan kekhawatiran, meskipun saya bukan siapa-siapa. Saya akan sepenuhnya bekerja sama dalam penyelidikan,” ujarnya, seperti dikutip Korea Herald.

Namun Kim bukan “bukan siapa-siapa”. Ia adalah istri seorang presiden, dan kini menjadi mantan Ibu Negara pertama dalam sejarah Korea Selatan yang menyandang status tersangka dalam kasus hukum.

Skandal yang menjeratnya mencakup dugaan manipulasi harga saham, suap, serta praktik jual-beli pengaruh yang menyeret nama besar dalam pusaran politik dan bisnis.

Baca Juga :  Satu Penumpang Selamat, 241 Tewas dalam Kecelakaan Pesawat Air India di Ahmedabad

Pemeriksaan terhadap Kim dipimpin langsung oleh tim penasihat khusus yang dikomandoi Min Joong Ki, sebuah tim independen yang dibentuk untuk menyelidiki 16 kasus dugaan pelanggaran yang mengaitkan nama Kim.

Fokus hari itu adalah dugaan keterlibatannya dalam manipulasi saham perusahaan mobil mewah Deutsch Motors dan skandal suap menjelang pemilu sela 2022.

Kim tiba terlambat sekitar 20 menit dari jadwal pemeriksaan pukul 10.00 waktu setempat. Ia meninggalkan kediamannya di distrik Seocho-gu sekitar pukul 09.30. Pemeriksaan berlangsung maraton hingga sore hari, tanpa perekaman video, dan diselingi beberapa jeda.

Asisten penasihat khusus, Moon Hong-ju, mengatakan bahwa Kim tidak menggunakan haknya untuk diam dan memberikan keterangan penuh. Namun, ia menegaskan bahwa proses penyelidikan masih jauh dari selesai.

“Penyelidikan baru sedikit lebih dari setengah jalan. Sulit dipastikan kapan akan rampung, dan kemungkinan akan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan,” ujarnya dalam konferensi pers.

Permintaan kuasa hukum Kim agar pemeriksaan dilakukan secara terpisah untuk tiap tuduhan—dengan jeda beberapa hari—ditolak oleh tim penyidik. Hukum, kata mereka, harus ditegakkan tanpa pengecualian, bahkan untuk istri mantan presiden.

Baca Juga :  Romansa Misterius Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron: Rekaman Lama yang Menghebohkan

Pemanggilan Kim ini menyusul penangkapan sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam skema manipulasi saham. Sementara itu, beberapa kasus lain seperti proyek jalan tol Seoul-Yangpyeong dan lonjakan harga saham Sambu Construction masih menunggu giliran untuk diselidiki lebih dalam.

Berdasarkan undang-undang pembentukan tim khusus ini, penyelidikan terhadap Kim memiliki batas waktu 150 hari—yang berarti mereka harus menyelesaikan tugasnya paling lambat 29 November 2025.

Meski bukan satu-satunya mantan Ibu Negara yang pernah terseret kasus hukum, Kim Keon Hee adalah yang pertama menghadapi sorotan publik secara langsung sejak awal proses penyidikan.

Dua pendahulunya—Lee Soon-ja dan Kwon Yang-sook—pernah dipanggil kejaksaan, namun status mereka hanya sebagai pihak yang dimintai keterangan, dan prosesnya dilakukan jauh dari sorotan media.

Kini, nama Kim Keon Hee tercatat dalam sejarah Korea Selatan bukan sebagai pendamping presiden semata, melainkan sebagai figur sentral dalam salah satu krisis hukum terbesar yang mengguncang istana.***

Sumber : Koreaherald.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel