Puluhan Iguana Membeku, Warga Florida Selatan Terpesona Gelombang Dingin

Florida
ilustrasi Iguana hijau. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Warga Florida Selatan baru-baru ini menyaksikan pemandangan yang luar biasa dan cukup mengagetkan. Bukan hujan air atau salju, melainkan puluhan iguana hijau yang tampak “jatuh dari langit” dari pepohonan, seolah-olah buah matang yang rontok.

Mengutip USA Today, gelombang dingin yang melanda akhir pekan lalu memicu fenomena langka ini. Suhu di Florida Selatan, yang biasanya hangat, mendadak menurun drastis hingga berkisar 1–3 derajat Celsius, termasuk di kota-kota seperti Miami.

Perubahan ekstrem ini membuat Badan Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan peringatan cuaca buruk pada Minggu (1/2), berlaku dari pukul 23.00 hingga 09.00 Senin (2/2). Peringatan ini menyasar suhu dingin yang cukup ekstrem sehingga dapat menyebabkan hipotermia pada manusia jika terpapar terlalu lama.

Advertisement

Saat warga berdiam di dalam rumah untuk menghindari hawa dingin, iguana-iguana tersebut terlihat lumpuh dan jatuh dari pohon. Beberapa video menunjukkan reptil-reptil ini tampak terkejut dan membeku, tergeletak di tanah, seolah tak berdaya. Meski menakutkan bagi pejalan kaki, para ahli menegaskan bahwa iguana-iguana ini tidak mati.

Baca Juga :  Atang Trisnanto Siap Kawal Penuntasan PR Wali Kota Bogor  

Biasanya, warga Florida membutuhkan izin khusus untuk memindahkan spesies invasif dari alam liar. Namun, pada 1 Februari, Komisi Konservasi Ikan dan Satwa Liar Florida (Florida Fish and Wildlife Conservation Commission / FWC) mengeluarkan perintah eksekutif yang memperbolehkan orang-orang memindahkan iguana hijau yang masih hidup dan kedinginan ke salah satu dari lima kantor FWC tanpa perlu izin.

Iguana adalah reptil berdarah dingin yang terbiasa dengan iklim tropis. Menurut Palm Beach Post, begitu suhu turun mendekati 1 derajat Celsius, mereka terkejut dan membeku. Ketika suhu kembali menghangat, iguana perlahan mencair dan kembali bergerak. Namun, selama fase ini, mereka sangat rentan dan bisa menjadi sasaran predator.

Baca Juga :  Langkah Mengejutkan AS: Putin Diundang ke Forum G20 Tahun Ini

Fenomena ini juga menyoroti dampak iguana hijau sebagai spesies invasif. FWC menyebut hewan ini dapat merusak ekosistem lokal, karena mereka hidup di liang, gorong-gorong, pipa drainase, dan tumpukan batu atau puing di sepanjang kanal dan lahan kosong. Iguana hijau paling umum ditemukan di Florida Selatan dan Tengah, karena mereka tidak tahan terhadap cuaca dingin. Iguana peliharaan yang dilepas atau lepas di wilayah lebih utara cenderung tidak dapat bertahan hidup.

Fenomena “hujan iguana” ini menjadi pengingat unik tentang bagaimana perubahan cuaca ekstrem dapat memengaruhi alam secara dramatis—menampilkan sisi lain dari Florida yang jarang disaksikan: reptil tropis yang membeku, jatuh dari pohon, dan menunggu hangatnya sinar matahari untuk kembali hidup.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel