Drama Baru Elon Musk vs Trump: Dari DOGE Sampai America Party

Elon Musk
Drama Baru Elon Musk vs Trump: Dari DOGE Sampai America Party (Foto: AFP/ROBERTO SCHMIDT)
TIMETODAY.ID — Keretakan hubungan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan bos Tesla sekaligus SpaceX, Elon Musk, makin jadi sorotan setelah keduanya berseteru soal rencana politik dan kebijakan fiskal terbaru. Dalam sebuah pernyataan pedas di Truth Social, Trump terang-terangan mengaku “sedih” melihat Musk yang menurutnya kini benar-benar “keluar jalur”.
“Saya sedih melihat Elon Musk benar-benar ‘keluar jalur’, dan pada dasarnya menjadi KACAU TOTAL selama lima pekan terakhir,” tulis Trump, Minggu (6/7). Komentar itu muncul tak lama setelah Musk resmi mendeklarasikan pendirian America Party, partai politik anyar yang digadang-gadang akan menantang dominasi Partai Republik dan Demokrat di Negeri Paman Sam.
Padahal, hubungan keduanya sebelumnya cukup erat. Musk bahkan tercatat sebagai salah satu penyokong dana kampanye terbesar bagi Trump pada pemilu presiden 2024 lalu. Namun, keretakan mulai terlihat sejak Trump ngotot mendorong rancangan undang-undang bertajuk One Big Beautiful di Kongres.
Beleid tersebut memuat program belanja domestik besar-besaran, yang menurut Musk bakal menggembungkan utang nasional Amerika Serikat hingga triliunan dolar AS. Musk terang-terangan menentang RUU itu dan berjanji akan melakukan segalanya untuk menggagalkannya. Bahkan, sehari setelah Trump meneken RUU pada 4 Juli, Musk menepati ancamannya mendirikan America Party.
Trump pun tak tinggal diam. Ia menilai langkah Musk itu hanya akan memecah suara dan memicu kepanikan di kancah politik Amerika. “Partai ketiga tidak pernah berhasil di Amerika Serikat,” tegasnya, sembari menuding keputusan Musk didorong kepentingan bisnis semata.
Trump menyebut Musk kecewa berat setelah kebijakan barunya memutus subsidi kendaraan listrik, yang otomatis akan memukul bisnis Tesla. “Sejak kampanye saya sudah bilang soal pemangkasan kredit pajak EV ini, bahkan saya bicara langsung dengannya. Waktu itu dia tenang-tenang saja. Saya juga bingung kenapa sekarang dia kebakaran jenggot,” sindir Trump.
Musk sendiri menanggapi dengan nada heran. Dalam cuitannya di X, dia menuding kebijakan Trump justru bertolak belakang dengan misinya sendiri di DOGE (Department of Government Efficiency) — departemen yang dibentuk Trump untuk merampingkan belanja negara dan sempat dipimpin Musk.
“Apa gunanya DOGE kalau dia mau menaikkan utang sampai US$5 triliun??” sindir Musk. Ia pun memutuskan mundur dari jabatan itu sejak Mei lalu, dan kini kembali fokus membenahi Tesla yang sedang goyah.
Drama politik antara keduanya seolah menegaskan: ambisi pribadi, bisnis, dan kepentingan politik di Amerika kadang berkelindan di jalur yang rumit — hingga memisahkan mereka yang dulunya berdiri di barisan yang sama.***

sumber: cnnindonesia.com

Baca Juga :  Balon Raksasa Kim Kardashian ‘Rebahan’ di Times Square, Kejutan atau Kontroversi?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel