Tertawa Menyehatkan, Tapi Bisa Jadi Ancaman Nyawa Jika Terlalu Keras

tertawa
ilustrasi tertawa (istock)
TIMETODAY.ID — Bagi banyak orang, tertawa adalah obat mujarab untuk hati yang gundah. Gelak tawa dipercaya bisa melepaskan stres, mempererat hubungan, dan membuat tubuh terasa lebih segar. Tapi siapa sangka, di balik manfaatnya, tertawa juga bisa menimbulkan bahaya yang berujung maut.
Meski terdengar tidak masuk akal, sejumlah bukti medis menunjukkan bahwa tawa berlebihan bisa memicu kondisi darurat kesehatan yang mematikan. Mengutip Healthline, tertawa sendiri memang tidak langsung membunuh, tetapi reaksi tubuh yang ditimbulkannya bisa memicu komplikasi serius.

Bahaya Tersembunyi di Balik Tawa

Beberapa kondisi kesehatan berikut ini berpotensi dipicu oleh tawa berlebihan:

1️. Aneurisma Otak Pecah

Aneurisma otak adalah tonjolan di dinding pembuluh darah otak. Banyak orang tak sadar memilikinya. Tawa yang memicu lonjakan tekanan darah bisa membuat tonjolan ini pecah, memicu perdarahan, meningkatkan tekanan di rongga tengkorak, hingga mengancam nyawa.
Gejala waspada: Sakit kepala mendadak luar biasa, muntah, kejang, penglihatan ganda, atau kebingungan.

2️. Serangan Asma

Emosi kuat—termasuk kegembiraan berlebihan—bisa memicu serangan asma. Tertawa terbahak-bahak pada penderita asma bisa membuat saluran napas menyempit mendadak, memicu gagal napas jika tidak segera ditangani.

3️. Kejang Gelastik

Kondisi langka ini biasanya berhubungan dengan area hipotalamus di otak. Penderitanya sering terlihat tertawa atau cekikikan tak terkendali, padahal sebenarnya sedang mengalami kejang. Dalam beberapa kasus, kejang gelastik muncul karena tumor otak. Tumor jinak umum terjadi, tetapi tumor ganas pun bisa menjadi pemicunya.

4️. Asfiksia

Tertawa terlalu keras bisa menghambat napas normal. Jika asupan oksigen terganggu, orang bisa pingsan, berhenti bernapas, hingga mengalami asfiksia. Fenomena ini juga bisa terjadi akibat penyalahgunaan gas tertawa (nitrous oxide).

5️. Sinkop (Pingsan)

Dalam beberapa kasus, tertawa terbahak-bahak bisa memicu sinkop—kehilangan kesadaran tiba-tiba akibat aliran darah ke otak terganggu. Jika pingsan terjadi di tempat berbahaya, risiko cedera kepala atau patah tulang bisa mengancam nyawa.

Tertawa Tetap Bermanfaat

Walau kasus kematian akibat tawa teramat langka, hal ini tak lantas membuat orang harus takut tertawa. Justru sebaliknya, tawa punya banyak manfaat: menurunkan hormon stres, meningkatkan sirkulasi darah, meredakan ketegangan otot, hingga mendorong pelepasan endorfin—hormon ‘bahagia’ yang membuat suasana hati lebih positif.
Dalam jangka panjang, tertawa juga mendukung kesehatan jantung, paru-paru, dan daya tahan tubuh. Bahkan, tawa diyakini dapat membantu meredakan depresi serta kecemasan ringan.
Kesimpulan
Tertawa adalah salah satu hadiah alami yang bisa memperpanjang usia—selama dilakukan sewajarnya. Jika tertawa sudah membuat dada terasa sesak atau kepala berkunang-kunang, sebaiknya berhenti sejenak. Seperti banyak hal dalam hidup, tertawa pun butuh batas agar tak berbalik membawa celaka.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  8 Langkah Sederhana untuk Mencegah Anemia dan Menjaga Kesehatan Tubuh

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel