Duka Nasional Iran: 60 Jenazah Diarak dalam Prosesi Pemakaman Kenegaraan

iran
Duka Nasional Iran: 60 Jenazah Diarak dalam Prosesi Pemakaman Kenegaraan (Foto: AP)
TIMETODAY.ID — Di tengah teriknya matahari musim panas, ribuan warga Iran memenuhi jalan-jalan utama di pusat Kota Teheran pada Sabtu (28/6/2025).
Mereka berdiri berjejer, sebagian mengangkat tangan, sebagian lain menunduk dalam doa, saat truk-truk militer perlahan melintasi kerumunan membawa peti jenazah yang dibungkus bendera kebangsaan.
Aroma bunga mawar dan suara isak tangis mewarnai prosesi yang disebut-sebut sebagai pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah modern Iran.
Sebanyak 60 jenazah — terdiri dari perwira tinggi militer, ilmuwan nuklir, tentara, hingga warga sipil termasuk perempuan dan anak-anak — diarak dalam prosesi yang menggetarkan hati.
Mereka adalah korban dari serangan Israel dalam konflik yang telah berlangsung selama 12 hari terakhir. Foto-foto para korban terpajang di atas peti, menjadi saksi bisu dari nyawa-nyawa yang terenggut dalam kekerasan berkepanjangan.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, hadir dalam upacara tersebut. Dengan raut muka duka mendalam, ia memimpin penghormatan negara terhadap para korban.
“Hari ini, Iran bukan hanya berduka, tetapi juga menunjukkan keteguhan dan kehormatan,” ucap seorang warga yang datang dari luar kota hanya untuk menyaksikan prosesi tersebut.
Stasiun televisi pemerintah, Press TV, menyiarkan secara langsung jalannya parade jenazah yang dimulai dari pusat kota dan direncanakan berakhir di Lapangan Azadi, simbol kebebasan rakyat Iran.
Beberapa korban dimakamkan di Teheran, sementara lainnya dikembalikan ke kampung halaman untuk dikebumikan di tanah kelahiran mereka.
Peti-peti jenazah dibawa menggunakan truk militer yang telah dihiasi dengan bunga dan bendera. Warga yang hadir tak hanya menonton, mereka menyentuh peti itu satu per satu, mengucap doa, seakan memberi restu terakhir kepada para syuhada, para pahlawan yang gugur dalam konflik ini.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyebut total korban tewas akibat serangan Israel selama 12 hari terakhir telah mencapai 627 orang. Sementara itu, lebih dari 4.800 orang lainnya mengalami luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis.
Prosesi pemakaman kali ini bukan hanya menjadi bentuk penghormatan kepada mereka yang telah tiada, tetapi juga simbol perlawanan dan solidaritas nasional Iran di tengah gejolak kawasan. Bagi sebagian orang, ini adalah momen sejarah. Bagi keluarga korban, ini adalah hari duka yang tak terlupakan.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  NASA Ungkap Meteor Berkecepatan 120 Ribu Km/Jam Picu Ledakan Dahsyat di AS

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel