Skin Fasting, Tren Baru ‘Mengistirahatkan’ Kulit dari Produk Skincare

skin fasting
Ilustrasi wajah natural (istock)

TIMETODAY.ID — Setelah tren perawatan kulit ala Korea yang identik dengan 10 langkah skincare routine, kini muncul tren lain yang justru menawarkan kebalikan: skin fasting. Istilah ini mengajak kita untuk memberi waktu bagi kulit agar bisa ‘bernapas’ tanpa paparan beragam produk perawatan.

Fenomena skin fasting sempat ramai diperbincangkan di kalangan pecinta kecantikan. Gagasan di baliknya sederhana—sama seperti tubuh yang sesekali perlu detoksifikasi, kulit pun memerlukan waktu istirahat dari produk skincare.

“Skin fasting adalah istirahat dari semua produk atau rutinitas perawatan kulit Anda saat ini untuk memberi waktu pada kulit Anda untuk bernapas, beristirahat, dan menyegarkan diri,” jelas dermatolog Lindsey Zubritsky, dikutip dari Byrdie.

Advertisement

Tidak Ada Aturan Baku

Meski terdengar seperti anjuran untuk berhenti total menggunakan skincare, nyatanya metode ini bisa sangat fleksibel dan berbeda-beda bagi tiap orang. Ahli kecantikan Karen Fernandez membandingkan skin fasting dengan puasa makanan, yang punya tingkatan tersendiri.

Baca Juga :  Kulit Berminyak Bukan Masalah: Ini Deretan Kandungan Skincare yang Terbukti Efektif

“Ada beberapa tingkatan berbeda dalam hal seberapa banyak menghilangkan produk dan berapa lama,” ujar Fernandez.

Menurutnya, konsep dasar skin fasting adalah memberi kesempatan pada kulit untuk membangun kembali lapisan pelindung stratum korneum, yang penting untuk kesehatan dan ketahanan kulit. Selain itu, metode ini juga bisa membantu mengidentifikasi produk mana yang mungkin menyebabkan iritasi atau masalah kulit lain.

“Ini juga bisa menjadi cara yang baik untuk mendeteksi produk yang menyebabkan iritasi, jerawat, atau masalah kulit lainnya,” tambah Fernandez.

Cara Melakukan Skin Fasting

Tidak ada keharusan untuk menghentikan seluruh rangkaian perawatan. Anda bisa mulai perlahan, misalnya dengan mengurangi satu produk dalam rutinitas skincare, lalu mengamati perubahan pada kulit. Cara ini mirip dengan proses eliminasi makanan untuk mengetahui pemicu alergi.

Jika ingin mencoba skin fasting, ada dua tips sederhana yang bisa diterapkan:

  1. Sesuaikan dengan kondisi kulit
    Versi skin fasting setiap orang bisa berbeda. Ada yang memilih berhenti total, ada juga yang perlahan mengurangi produk.
    “Yang berhenti total tentu tidak menggunakan pembersih, pengencang kulit, serum, atau pelembap. Wajah dibiarkan menghasilkan sebum untuk menjaga kondisi kulit,” jelas Fernandez.
    Sepanjang proses ini, penting untuk memantau kondisi kulit dan melakukan penyesuaian bila terjadi perubahan negatif.

  2. Kembali ke dasar
    Menghentikan semua produk sekaligus bisa memicu masalah bagi sebagian orang. Alternatif yang lebih aman adalah back to basic, yakni hanya menggunakan tiga produk utama: pembersih wajah, pelembap, dan tabir surya.
    Serum, essence, sheet mask, dan produk lain bisa diistirahatkan sementara.

Baca Juga :  Hindari Obesitas, Ini 5 Cara Menurunkan Berat Badan yang Tepat

Di tengah maraknya tren skincare, skin fasting hadir sebagai pengingat bahwa terkadang, less is more. Memberi ruang bagi kulit untuk memulihkan diri, siapa tahu justru bisa membuatnya tampil lebih sehat dan segar.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel