Muaythai Jadi Jembatan Budaya, Thailand dan Indonesia Rayakan 75 Tahun Persahabatan

Muaythai
Thailand Siap Bantu Pengembangan Muaythai di Indonesia

TIMETODAY.ID — Suasana Sabtu pagi di KYZN, Kuningan, Jakarta Selatan, tampak berbeda. Puluhan peserta bersemangat mengikuti gerakan demi gerakan dalam Workshop Muaythai yang digelar Kedutaan Besar Kerajaan Thailand di Indonesia. Bukan sekadar ajang olahraga, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Thailand dan Indonesia—sebuah momentum mempererat persahabatan dua negara melalui jalur budaya.

Muaythai, bela diri tradisional Thailand yang kini mendunia, dipilih menjadi simbol penguatan kerja sama budaya antara kedua negara. Duta Besar Thailand untuk Indonesia, Prapan Disyatat, dalam sambutannya menegaskan pentingnya jalur budaya dalam membangun hubungan bilateral yang lebih erat.

“Tahun ini merupakan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Thailand. Selama itu pula, kami menjalin kerja sama dari berbagai sektor, termasuk budaya. Ini jalur yang tepat untuk terus mempererat hubungan ke depan,” ujar Disyatat.

Advertisement

Bagi Thailand, Muaythai bukan sekadar seni bela diri. Di balik gerakan cepat, kuat, dan penuh teknik, tersimpan nilai-nilai luhur dan sejarah panjang bangsa. “Kami ingin menyampaikan bahwa Muaythai bukan sekadar bela diri, tetapi warisan budaya Thailand. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkannya lebih luas ke masyarakat Indonesia,” tambah Disyatat.

Baca Juga :  Jadwal Final Thailand Masters 2026: RI Punya 6 Wakil

Semangat Masyarakat Indonesia

Bukan tanpa alasan, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Muaythai kian meningkat. Disyatat pun mengakui bahwa hal ini membuka peluang lebih besar untuk memperkuat kerja sama budaya ke depan.

“Kami sangat bahagia melihat antusiasme masyarakat Indonesia terhadap Muaythai. Kami akan terus mencari peluang kolaborasi, termasuk di bidang musik dan budaya lainnya,” ujarnya.

Sebagai upaya konkret, workshop ini menghadirkan pelatih Muaythai kelas dunia, Wittawat Kasom. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, ia memimpin pelatihan intensif dalam Train the Trainers Masterclass, yang sudah berlangsung sejak sehari sebelumnya. Program ini bertujuan membangun kapasitas pelatih lokal agar mampu bersaing di tingkat internasional.

Ketua Muaythai Jakarta Utara, Urip Soeprianto, turut mengapresiasi inisiatif yang dihadirkan Kedutaan Besar Thailand. Menurutnya, olahraga ini bukan hanya mempertemukan para pecinta Muaythai dari berbagai penjuru, tetapi juga menjadi wujud kerja sama budaya yang nyata.

“Merupakan kehormatan besar bagi kami untuk terlibat dalam kegiatan luar biasa ini. Ini bukan hanya mempertemukan pelatih dan pecinta Muaythai dari berbagai penjuru, tetapi juga menjadi wujud nyata kerja sama budaya antara Thailand dan Indonesia,” ungkap Urip.

Baca Juga :  Pep Guardiola Terima Hasil Imbang, Sesalkan Banyak Peluang Manchester City Terbuang

Lebih dari Sekadar Olahraga

Bagi Urip, Muaythai bukan hanya soal ketangkasan fisik. Lebih dari itu, seni bela diri ini menjadi sarana pendidikan karakter yang menanamkan semangat disiplin, hormat, dan pantang menyerah—nilai-nilai yang penting bagi generasi muda Indonesia.

“Kami berkomitmen untuk memajukan Muaythai secara profesional dan inklusif. Kami terbuka terhadap kerja sama berkelanjutan dengan komunitas Muaythai internasional, termasuk pertukaran pelatih, seminar, hingga pembentukan pusat pelatihan bersama,” tambahnya.

Di tengah era globalisasi, olahraga memang memiliki peran strategis sebagai jembatan diplomatik yang memperkuat pemahaman lintas budaya. Workshop ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu menjadi perekat hubungan antarbangsa.

“Muaythai adalah wujud budaya yang hidup, dan acara ini adalah tonggak baru dalam diplomasi budaya antara Thailand dan Indonesia,” pungkas Urip.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel