OpenAI Umumkan GPT-5, Siap Rilis Akhir Tahun Ini

OpenAI
OpenAI GPT-5.

TIMETODAY.ID, BOGOR OpenAI mengumumkan rencana peluncuran teknologi terbaru mereka, GPT-5, yang dijadwalkan hadir pada akhir tahun 2025. Model kecerdasan buatan ini digadang-gadang akan membawa peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, dengan kemampuan multimodal, memori lebih panjang, dan potensi koordinasi antar alat digital.

Pengumuman tersebut disampaikan CEO OpenAI, Sam Altman, dalam podcast perdana perusahaan. Ia menyebutkan bahwa GPT-5 kemungkinan akan diluncurkan pada musim panas, meskipun belum ada tanggal pasti.

“Mungkin sekitar musim panas ini, tapi saya tidak tahu persis kapan,” kata Altman.

Selain teknologi, OpenAI juga mengisyaratkan pergeseran strategi bisnis. Menurut laporan Wccftech (19/6/2025), OpenAI tengah menegosiasikan ulang kesepakatan investasi dengan Microsoft.

Perusahaan mengusulkan agar Microsoft mengurangi porsi kepemilikannya menjadi 33 persen dan melepaskan klaim atas pendapatan serta kekayaan intelektual OpenAI. Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya menuju penawaran saham perdana (IPO) dan memperkuat kemandirian operasional OpenAI.

Dalam perkembangan lain, OpenAI dilaporkan memberikan diskon 10–20 persen untuk langganan ChatGPT Enterprise bagi pelanggan korporat yang membeli produk tambahan. Strategi ini memperlihatkan upaya OpenAI memperluas pasar enterprise secara langsung, yang selama ini menjadi wilayah dominan Microsoft.

OpenAI juga mulai merambah sektor pertahanan. Kantor Kepala Digital dan Kecerdasan Buatan AS (CDAO) memberikan kontrak senilai USD200 juta untuk pengembangan solusi AI prototipe selama satu tahun. Kontrak ini merupakan yang pertama bagi OpenAI dari Departemen Pertahanan AS, sektor yang selama ini dikuasai oleh Palantir.

Kontrak tersebut mencakup pengembangan “kemampuan AI frontier” untuk mendukung kebutuhan keamanan nasional di bidang peperangan dan enterprise.

Analis William Blair, Louie DiPalma, menyebutkan bahwa kontrak ini menjadi salah satu kontrak tahunan terbesar dari DoD. Sebagai perbandingan, kontrak terbesar Palantir melalui program Maven memiliki pendapatan berulang tahunan sekitar USD210 juta.

Sementara itu, pesaing utama OpenAI, xAI, dilaporkan menghadapi tantangan besar dalam pembiayaan. Bloomberg menyebutkan bahwa xAI membakar dana hingga USD1 miliar per bulan dan sedang berupaya menggalang dana sebesar USD9,3 miliar. Pendapatan xAI tahun ini diperkirakan hanya USD500 juta, jauh di bawah proyeksi OpenAI sebesar USD12,7 miliar.

Dengan perkembangan teknologi GPT-5, restrukturisasi hubungan dengan Microsoft, serta ekspansi ke sektor pemerintah, OpenAI mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri kecerdasan buatan global. Kompetisi yang semakin ketat di sektor ini menunjukkan bahwa inovasi dan strategi bisnis akan menjadi kunci dalam menentukan pemimpin di era AI mendatang.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Tak Perlu Lagi Tanya, ChatGPT Pulse Datang Membawa Jawaban Harian

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel