PBSI Bidik Gelar Juara, Eng Hian: Saatnya Atlet Ubah Pola Pikir

Foto: Dok. PP PBSI
TIMETODAY.ID — Enam bulan ke depan akan menjadi periode penting bagi para atlet bulu tangkis nasional. PP PBSI kini mulai memberi penekanan lebih pada persiapan matang dan target prestasi di setiap turnamen yang diikuti. Tak hanya sekadar memperbaiki peringkat, para atlet didorong untuk fokus meraih gelar juara.
Hal ini ditegaskan Kabid Binpres PBSI, Eng Hian, dalam pernyataan resminya, Kamis (19/6/2025). Eng Hian menyebut, target utama ini terutama berlaku bagi para pemain yang sudah menghabiskan lebih dari lima tahun di Pelatnas.
“Enam bulan ke depan kami mengirimkan atlet-atlet ke turnamen sesuai dengan kemampuan mereka dengan target yang dipasang adalah meraih gelar juara,” ujar Eng Hian. “Semua harus bisa dievaluasi secara tegas menurut saya. Pemain yang sudah lima tahun lebih di Pelatnas selain progres, harus fair dilihatnya adalah pencapaian.”
Eng Hian, yang akrab disapa Didi, tak segan menyarankan para pelatih untuk menurunkan level turnamen yang diikuti atlet jika memang diperlukan. Menurutnya, langkah ini bisa jadi cara realistis untuk menguji kemampuan dan mental juara para pemain.
“Saya menyampaikan kepada pelatih, memberikan pandangan, kenapa tidak mencoba untuk diturunkan levelnya dan diberi target podium dulu. Bila tidak tercapai, maka harus segera dipikirkan apa yang harus dilakukan. Ini sebagai ujian juga untuk mereka,” tambahnya.
Lebih dari sekadar hasil di lapangan, Eng Hian berharap pola pikir para pemain pun ikut berubah. Ia menekankan bahwa mengikuti turnamen haruslah dengan tujuan untuk berprestasi, bukan sekadar berburu poin peringkat.
“Saya juga mau mengikis pola pikir para atlet yang datang ke turnamen untuk memperbaiki peringkat. Pola pikirnya harus diubah, ke turnamen harus berprestasi maka peringkat akan naik,” tegas Eng Hian.
Ia pun mengingatkan pentingnya peran pelatih dalam menyusun program yang tepat, mulai dari penentuan level turnamen, pola latihan, hingga komunikasi yang efektif dengan atlet utama.
“Bagaimana persiapannya, kondisinya siap atau tidak, jangan hanya ikut kata pemainnya yang mau turun di turnamen tanpa dasar dan persiapan yang bagus,” tandasnya. “Pelatih juga harus membuat program pengiriman ke turnamen sesuai dengan kapasitas atau level atletnya, serta mencari pola program latihan dan pola komunikasi yang tepat terutama untuk para atlet-atlet utama.”
Langkah tegas ini diharapkan bisa menjadi dorongan nyata bagi bulu tangkis Indonesia untuk kembali berjaya di level internasional.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Hungaria Gagal ke Piala Dunia 2026, Kapten Dominik Szoboszlai Sampaikan Permintaan Maaf

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel