TIMETODAY.ID, BOGOR – Ribuan pencari kerja memadati area Selasar Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada hari pertama pelaksanaan Job Fair 2025 yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor, Senin (16/6/2025).
Acara yang berlangsung selama dua hari hingga Selasa (17/6/2025), menghadirkan 25 perusahaan dari berbagai sektor.
Namun di tengah antusiasme, sejumlah peserta mengeluhkan pembatasan usia yang diberlakukan oleh banyak perusahaan peserta, yang dinilai menyulitkan pelamar kerja berpengalaman.
“Sebenarnya saya cari kerja apa aja, tapi punya pengalaman di bidang administrasi. Cuma tadi udah nanya-nanya, rata-rata perusahaan kasih batas maksimal umur 35 tahun,” ujar David (38), warga Citayam.
David mengaku kesulitan menemukan posisi yang sesuai karena hampir seluruh lowongan yang tersedia menetapkan batasan usia maksimal antara 25 hingga 35 tahun. Hanya beberapa posisi seperti sopir yang memberikan peluang hingga usia 45 tahun.
“Yang bikin susah itu, sekarang perusahaan ngelihatnya dari umur sama ijazah dulu, pengalaman kerja kadang gak dilihat. Kalau gak masuk kriteria umur, langsung gugur,” keluhnya.
Ia juga menyoroti minimnya informasi lowongan kerja di wilayah Bogor, sehingga lebih sering mencari peluang di Jakarta.
“Kalau di Bogor agak susah informasinya. Jadi biasanya cari di Jakarta Selatan atau Pusat, karena lowongan lebih gampang ditemukan,” tambahnya.
Meski demikian, David tetap mengapresiasi pelaksanaan job fair ini dan berharap ke depan lebih banyak perusahaan yang membuka peluang bagi pelamar berusia di atas 35 tahun.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, menyatakan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengatur kebijakan rekrutmen masing-masing perusahaan.
“Kita Disnaker tidak bisa mengintervensi, ya itu tergantung kebijakan perusahaannya masing-masing sesuai dengan kebutuhan perusahaan terkait tenaga kerja,” jelas Nana saat ditemui di lokasi acara.
Job Fair 2025 Kabupaten Bogor ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja secara langsung.
Editor: B. Supriyadi




































