TIMETODAY.ID — Di tengah lanskap hijau subur Negara Bagian Kayin, Myanmar, berdirilah Gunung Zwegabin, sebuah mahakarya alam setinggi 722 meter di atas permukaan laut yang menjulang dengan anggun di antara hamparan dataran dan perbukitan. Namun, Zwegabin bukan sekadar gunung—ia adalah tempat suci, petualangan spiritual, dan tantangan fisik sekaligus.
Sekitar 450 kilometer di selatan ibu kota Naypyidaw, Gunung Zwegabin mengundang para peziarah, pendaki, dan pelancong dari berbagai penjuru dunia untuk menyaksikan sendiri kemegahan yang tersembunyi di puncaknya.
Biara di Atas Awan
Puncak Zwegabin bukan hanya titik tertinggi di wilayah itu, tetapi juga rumah bagi sebuah biara sakral yang seolah bertengger di antara awan. Bagi mereka yang cukup berani dan sabar, biara ini menawarkan pengalaman langka: tidur di puncak gunung bersama para biksu, dikelilingi kabut tipis dan bisikan doa-doa pagi.
Seorang pelancong asing menulis dalam blognya bahwa para biksu di biara itu—dengan keramahan khas Myanmar—kadang mengizinkan tamu bermalam jika diminta dengan hormat.
Perjalanan Melelahkan yang Terbayar Lunas
Mendaki Zwegabin bukan urusan sepele. Jalan setapaknya terjal dan lembap, menanjak tajam sejauh 7 kilometer. Tapi rasa lelah itu lenyap saat mata bertemu hamparan spektakuler Kota Hpa An, ibu kota Kayin, dari ketinggian. Cahaya matahari pagi menyusup di antara kabut dan pepohonan tropis, menyulap lanskap jadi lukisan hidup.
“Pendaki biasanya bisa naik dan turun dalam waktu sekitar tiga jam,” tulis seorang penjelajah dalam blog Journey Era. Jalur pendakian telah dilengkapi tangga dan cukup terawat, tapi tanjakannya bisa sangat menguras tenaga.
Gerombolan Monyet dan Tantangan Alam Lainnya
Namun, bukan hanya tanjakan yang jadi tantangan. Di satu titik pendakian, para pelancong akan disambut oleh gerombolan monyet yang tidak selalu ramah. Mereka dikenal licik—tak segan mencuri makanan, botol air, bahkan kacamata.
Tipsnya? Lewatilah mereka dengan tenang dan perlahan. Jangan melakukan gerakan tiba-tiba atau menatap langsung ke mata. Ingat, Anda tamu di wilayah mereka.
Menuju Pintu Petualangan
Untuk mencapai titik awal pendakian, Anda bisa menyewa sepeda motor, moped, atau taksi dari Kota Hpa An. Biayanya berkisar 4.000 kyat. Banyak wisatawan memilih menginap di Soe Brothers Guesthouse, sebuah penginapan lokal yang cukup terkenal dan memiliki staf berbahasa Inggris.
Dari pusat kota, Anda akan berkendara sekitar 30 menit menuju Taman Lumbini, sebuah kompleks yang dihiasi deretan patung Buddha. Lengkungan merah dan emas yang menjulang tinggi akan menyambut Anda, seolah menjadi gerbang menuju dunia spiritual Zwegabin.
Pesona Sakral di Ujung Senja
Sesampainya di puncak, pemandangan matahari terbenam adalah hadiah terbaik. Langit yang berwarna oranye keemasan berpadu dengan siluet biara, menciptakan atmosfer magis yang mengingatkan pada Puncak Adam di Sri Lanka.
Gunung Zwegabin bukan sekadar destinasi wisata alam. Ia adalah ruang kontemplasi, tempat sakral, dan tantangan pribadi yang membawa Anda lebih dekat—bukan hanya ke langit, tapi juga pada makna perjalanan itu sendiri.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel








































