Harga Emas Naik Tipis, Inflasi AS Melemahkan Dolar

Harga emas
Emas Antam (ANTM). (Investor Daily/David Gita Roza)

TIMETODAY.ID, JAKARTA Harga emas menguat pada perdagangan terbaru, didorong oleh data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan pasar. Hal ini meningkatkan harapan investor bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada September mendatang.

Harga emas spot naik 0,1 persen menjadi US$ 3.324,72 per ons, setelah sempat naik 1 persen di awal sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka AS tercatat stabil di posisi US$ 3.343,7 per ons.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (Consumer Price Index/CPI) hanya naik 0,1 persen pada bulan lalu, melambat dari kenaikan 0,2 persen pada April. Secara tahunan, CPI tercatat naik 2,5 persen.

Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan kenaikan 0,2 persen secara bulanan.

“CPI inti yang rendah dan mengejutkan telah mendorong seluruh kompleks logam mulia naik karena imbal hasil dan dolar jatuh. Harapannya adalah hal itu akan membawa pemangkasan suku bunga Fed lebih cepat,” ujar Tai Wong, trader logam mulia independen, dikutip dari Reuters.

Berdasarkan alat CME FedWatch, para pelaku pasar kini memperkirakan kemungkinan sebesar 68 persen bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada September.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan baru telah dicapai dengan Tiongkok. Dalam pernyataannya, Trump mengatakan Beijing akan memasok magnet dan mineral tanah jarang, sementara Washington akan mengizinkan mahasiswa asal Tiongkok kembali mengakses pendidikan di perguruan tinggi AS.

Untuk logam mulia lainnya, platinum melonjak 2,9 persen menjadi US$ 1.256,70 per ons, menyentuh level tertinggi sejak 2021. Sementara itu, harga perak spot turun 1,2 persen menjadi US$ 36,11 per ons, dan paladium naik 1,3 persen ke level US$ 1.074,25 per ons.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Wegovy Versi Pil Kini Hadir, Alternatif Obat Suntik untuk Penderita Obesitas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel