Stres Bisa Picu Kolesterol Naik, Bukan Hanya Daging Kurban yang Salah

kolesterol
Ilustrasi stres (istock)
TIMETODAY.ID — Setelah perayaan Iduladha, keluhan soal kolesterol naik seringkali terdengar. Banyak orang buru-buru menyalahkan menu daging berlemak khas hari raya. Padahal, bisa jadi biang keladinya bukan cuma dari sate kambing atau gulai sapi. Ada satu penyebab lain yang sering luput disadari: stres.
Ya, stres diam-diam bisa jadi pemicu lonjakan kolesterol. Tak terlihat, tapi efeknya nyata. Dalam situasi tekanan—entah karena pekerjaan, konflik pribadi, atau tekanan ekonomi—tubuh secara alami mengeluarkan hormon kortisol. Di satu sisi, hormon ini membantu otak tetap siaga dan cepat dalam mengambil keputusan. Namun jika dibiarkan berkepanjangan, kortisol bisa mengacaukan sistem metabolisme tubuh.
“Stres kronis menekan fungsi jantung dan pembuluh darah. Kolesterol pun bisa terdampak,” tulis WebMD dalam ulasannya.
Lebih dari Sekadar Daging Berlemak
Konsumsi daging memang dapat memengaruhi kadar kolesterol, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah besar dan dimasak dengan cara yang tinggi lemak. Namun, penelitian menunjukkan bahwa stres berperan sama seriusnya.
Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 91.500 orang menemukan bahwa stres di tempat kerja berkaitan erat dengan tingginya kadar kolesterol. Mereka yang merasa tertekan cenderung mengonsumsi obat penurun kolesterol lebih sering.
Studi lain di Iowa yang melibatkan aparat penegak hukum mencatat bahwa petugas perempuan mengalami tingkat stres dan kadar kolesterol yang lebih tinggi dibandingkan kolega prianya. Sebagian besar dari mereka menyalahkan stres sebagai penyebab utama obesitas dan gangguan kesehatan lainnya.
Kondisi serupa juga ditemukan pada para pengemudi—dari sopir truk hingga taksi—yang memiliki tingkat stres tinggi. Mereka tercatat memiliki kadar LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida yang tinggi, dengan HDL (kolesterol baik) yang rendah serta tekanan darah yang tinggi.
Stres Menggoda Gaya Hidup Buruk
Yang membuat stres lebih berbahaya adalah efek domino yang ditimbulkannya. Orang yang stres cenderung mencari pelarian—entah makan sembarangan, begadang, atau merokok. Aktivitas ini mungkin bisa membuat rileks sesaat, tapi konsekuensinya bisa sangat mahal untuk kesehatan jangka panjang.
“Stres tidak selalu bisa dihindari, tapi kita bisa memilih cara menanganinya,” begitu kata para ahli kesehatan.
Kenali Kolesterol dan Batas Normalnya
Sebelum panik, penting untuk memahami jenis kolesterol yang ada di tubuh. Kolesterol terbagi menjadi dua:
  • LDL (Low Density Lipoprotein): dikenal sebagai kolesterol jahat.
  • HDL (High Density Lipoprotein): kolesterol baik yang membantu mengangkut kolesterol jahat keluar dari tubuh.
Adapun kadar kolesterol yang dianggap normal menurut para ahli adalah:
  • Kolesterol total: di bawah 200 mg/dL
  • LDL: di bawah 100 mg/dL (atau di bawah 70 mg/dL untuk yang memiliki riwayat penyakit jantung atau diabetes)
  • HDL: di atas 40 mg/dL untuk pria dan di atas 50 mg/dL untuk wanita
  • Trigliserida: di bawah 150 mg/dL
Kelola Stres, Jaga Kolesterol
Meski stres tak selalu bisa dihindari, ada banyak cara sehat untuk mengelolanya:
  • Bergaul dengan teman atau keluarga dekat
  • Terlibat dalam komunitas atau kegiatan sosial
  • Mendengarkan musik favorit
  • Rutin berolahraga ringan
  • Menulis jurnal harian atau journaling
Jadi, jika kolesterol Anda naik akhir-akhir ini, jangan langsung menuding daging kurban. Coba juga tengok pikiran dan perasaan yang sedang Anda alami. Bisa jadi, jawabannya ada di sana.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Biar Hasil Akurat, Begini Aturan Puasa Sebelum Tes Kolesterol

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel