TIMETODAY.ID — Terik matahari musim panas tak mampu meredam semangat dan dominasi Marc Marquez di kandangnya sendiri. Di Sirkuit MotorLand Aragon yang terkenal panas dan menantang, sang raja kembali menunjukkan tajinya. Suhu aspal yang menyentuh 49 derajat Celsius tak menyurutkan ambisinya untuk berpesta di hadapan publik tuan rumah.
Tampil dari pole position, Marc Marquez langsung memimpin sejak lampu start padam. Di belakangnya, sang adik Alex Marquez setia membuntuti, menjanjikan duel keluarga di barisan terdepan. Sementara itu, Francesco “Pecco” Bagnaia—yang juga mengincar kebangkitan—berhasil menyodok ke posisi ketiga sejak awal lap.
Sirkuit Aragon memang tak pernah menyajikan balapan yang biasa-biasa saja. Trek sepanjang lebih dari lima kilometer ini memiliki kombinasi tikungan cepat, perubahan elevasi ekstrem, dan suhu tinggi yang menguras stamina. Tak heran jika sebagian besar pebalap memilih strategi ban medium-medium demi kestabilan, kecuali Pedro Acosta yang berani ambil risiko dengan ban hard di depan.
Ketegangan di Tengah Terik
Lap demi lap berlalu, namun posisi terdepan tak kunjung berubah. Marquez bersaudara terus menjaga ritme, sementara di belakangnya, Pecco mendapat tekanan luar biasa dari duet KTM: Pedro Acosta dan Brad Binder. Di tengah tekanan itu, Fabio Di Giannantonio dan Fermin Aldeguer mencuri perhatian dengan aksi saling salip yang membuat penonton terpaku.
Namun dramanya tak berhenti di sana. Johann Zarco menjadi korban pertama crash di tikungan ke-12, diikuti oleh Fabio Quartararo yang tergelincir saat baru menyelesaikan lap ke-13. Brad Binder pun menyusul nasib serupa di tikungan ketiga lap ke-12—mengakhiri harapannya masuk lima besar.
Sementara itu, Marc Marquez malah makin menggila. Ia bukan hanya memimpin balapan dengan gap yang terus melebar dari Alex, tetapi juga mencetak rekor lap tercepat baru di Aragon: dari 1:47.759 menjadi 1:47.428, bahkan menembus 1:46 di tiga lap terakhir—melampaui catatan yang ia buat sendiri tiga tahun lalu.
Pertarungan di Balik Podium
Sisa balapan menyajikan pertarungan menarik untuk posisi keempat hingga kesepuluh. Pedro Acosta akhirnya berhasil mengunci posisi keempat, sementara Franco Morbidelli tampil solid di posisi lima. Fermin Aldeguer, yang tampil agresif sepanjang balapan, menutup enam besar setelah menahan tekanan dari Di Giannantonio dan Joan Mir.
Tak kalah mengesankan adalah aksi Marco Bezzecchi. Pebalap Aprilia ini start dari posisi ke-20, namun berhasil menembus sepuluh besar dan finish di urutan delapan—sebuah kerja keras yang patut diacungi jempol.
Joan Mir, yang membela Honda, juga menunjukkan progres signifikan. Memulai balapan dari posisi ke-11, ia mampu naik empat posisi dan finish ketujuh, memberikan harapan baru bagi pabrikan Jepang yang tengah mencari performa terbaik.
Raja Aragon
Ketika bendera kotak-kotak dikibarkan, tak ada kejutan di barisan terdepan. Marc Marquez finis pertama, diikuti oleh Alex Marquez dan Pecco Bagnaia. Ini adalah kemenangan ketujuh Marc di Aragon—rekor luar biasa yang semakin menegaskan julukannya sebagai Raja Aragon. Dari pole position, rekor lap tercepat, hingga kemenangan dominan, balapan kali ini terasa seperti panggung pribadi baginya.
“Enhorabuena, Marc!” begitu sorak-sorai dari tribun penonton. Aragon kembali menjadi panggung pesta keluarga Marquez.
Hasil MotoGP Aragon 2025
-
Marc Marquez (SPA) – Ducati Lenovo (GP25)
-
Alex Marquez (SPA) – BK8 Gresini Ducati (GP24)
-
Francesco Bagnaia (ITA) – Ducati Lenovo (GP25)
-
Pedro Acosta (SPA) – Red Bull KTM (RC16)
-
Franco Morbidelli (ITA) – Pertamina VR46 Ducati (GP24)
-
Fermin Aldeguer (SPA) – BK8 Gresini Ducati (GP24)
-
Joan Mir (SPA) – Honda HRC Castrol (RC213V)
-
Marco Bezzecchi (ITA) – Aprilia Racing (RS-GP25)
-
Fabio Di Giannantonio (ITA) – Pertamina VR46 Ducati (GP25)
-
Raul Fernandez (SPA) – Trackhouse Aprilia (RS-GP25)
-
Alex Rins (SPA) – Monster Yamaha (YZR-M1)
-
Enea Bastianini (ITA) – Red Bull KTM Tech3 (RC16)
-
Augusto Fernandez (SPA) – Pramac Yamaha (YZR-M1)
-
Jack Miller (AUS) – Pramac Yamaha (YZR-M1)
-
Miguel Oliveira (POR) – Pramac Yamaha (YZR-M1)
-
Somkiat Chantra (THA) – Idemitsu Honda LCR (RC213V)
-
Lorenzo Savadori (ITA) – Aprilia Factory (RS-GP25)
-
Maverick Viñales (SPA) – Red Bull KTM Tech3 (RC16)
Did Not Finish (DNF):
-
Fabio Quartararo (FRA) – Monster Yamaha (YZR-M1)
-
Brad Binder (RSA) – Red Bull KTM (RC16)
-
Johann Zarco (FRA) – Castrol Honda LCR (RC213V)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel






































