Kisah Kepala Desa Pangkaljaya, Ubah Carry Jadi Mobil Siaga Darurat

Kepala Desa
Carry Kepala Desa Jadi Mobil Siaga Darurat. Foto : Ilham Ariyansyah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pagi itu, jalan kampung di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih lengang. Embun menetes perlahan dari dedaunan, menyisakan kesejukan sebelum teriknya matahari menyapa.

Di halaman rumah Kepala Desa Pangkaljaya, Taupik Sumarna, berdiri sebuah Suzuki Carry berwarna putih yang sekilas tampak biasa, tetapi maknanya jauh lebih dari sekadar kendaraan.

Seperti sebuah sangkar burung yang dibuka pintunya, Carry itu kini terbang jauh melewati batas fungsi semula.

“Memang saat ini pengadaan mobil pelayanan belum dianggarkan dalam dana desa. Namun kami ingin memulai progres ini secara bertahap,” ujar Taupik.

Kalimatnya sederhana, namun di baliknya tersimpan niat besar, menjawab kebutuhan warga yang selama ini kesulitan jika mendadak memerlukan bantuan.

Awalnya, Carry itu milik pribadi Taupik. Namun keluhan sopir mobil siaga desa menjadi titik balik cerita.

Setiap kali ada warga yang terpaksa menunggu lama karena armada desa tak memadai, sopir itu harus berjuang sendirian, tanpa cadangan.

“Kadang saya kewalahan, Pak. Pasien harus segera dibawa ke puskesmas, tapi mobil yang ada cuma satu dan sering dipakai kegiatan lain,” ungkap sopir itu pada Taupik.

Mendengar itu, pemerintah desa mengambil keputusan, meminjam fungsi kendaraan pribadi untuk menambal kekosongan armada.

Dalam beberapa hari, Carry tersebut direnovasi, kursi ditata ulang agar muat tandu darurat, ruang bagasi diperkuat untuk menyimpan logistik bantuan, dan cat stiker “Layanan Masyarakat Desa Pangkaljaya” di pintu samping.

Kini, kendaraan itu tak lagi sekadar alat transportasi. Setiap pagi, ia melaju menembus gang sempit untuk mengantar ibu-ibu pengajian di empat titik berbeda.

Siangnya, jika ada warga yang perlu cepat ke klinik, ia siaga mengantar secara gratis. Malamnya, ia pun siap memberi layanan antar-jemput anak-anak santri yang pulang larut dari pesantren.

“Jika dibutuhkan, masyarakat juga bisa menghubungi via telepon untuk layanan keliling ke kampung-kampung,” tambah Taupik.

Transformasi satu mobil itu adalah simbol gotong royong yang ingin terus dipupuk. Para perangkat desa, pemuda karang taruna, hingga relawan kesehatan saling bahu-membahu memastikan operasional berjalan lancar. Setiap putaran roda Carry membawa harapan, bahwa tak ada warga yang merasa sendirian ketika butuh bantuan.

“Kami berharap inisiatif ini bisa menjadi contoh semangat gotong royong dan langkah awal menuju pelayanan publik yang lebih baik di masa mendatang,” harap Taupik.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Pernah Disinggahi Prabowo, Kondisi Villa Terbengkalai di Bogor Ini Bikin Merinding Kerap Muncul Sosok Wanita

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel