
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Harga emas mengalami penurunan sebesar 3 persen pada Senin (12/5/2025) setelah pengumuman kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan China untuk memangkas tarif impor.
Emas spot tercatat berada di level US$3.225,28 per ounce pada pukul 17.44 GMT, turun dari harga sebelumnya yang sempat menyentuh rekor tertinggi US$3.500,05 pada bulan lalu.
Kesepakatan tersebut mencakup pemangkasan tarif impor AS pada produk China dari 145 persen menjadi 30 persen, sedangkan tarif China pada produk AS akan turun dari 125 persen menjadi 10 persen. Kesepakatan ini akan berlaku selama 90 hari.
Sebagai dampaknya, dolar AS menguat ke level tertinggi dalam lebih dari sebulan, sementara saham global juga mencatatkan kenaikan. Penguatan dolar AS membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor asing.
Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals, menjelaskan bahwa harga emas berjangka pada Juni telah kehilangan keunggulan teknis jangka pendek secara keseluruhan.
“Sasaran kenaikan harga berikutnya bagi para investor adalah menghasilkan penutupan di atas resistensi yang solid di US$3.350. Resistensi pertama terlihat di US$3.250 dan kemudian di US$3.275,” tutur Jim Wyckoff.
Pasar kini menunggu data Indeks Harga Konsumen AS yang dijadwalkan akan dirilis pada Selasa (13/5/2025) untuk memberikan arahan lebih lanjut mengenai kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Editor : B. Supriyadi
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel




































