Mengenal Salmonella, Bakteri yang Jadi Pemicu Keracunan Massal di Bogor

Salmonella
Ilustrasi/freepik.com

TIMETODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Kota Bogor mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa. Hasil uji menunjukkan beberapa sampel makanan terkontaminasi bakteri Salmonella dan Escherichia coli (E. coli).

“Hasil pemeriksaan dari Labkesda Kota Bogor menunjukkan bahwa beberapa sampel makanan, seperti nasi, ceplok telur, tahu, dan toge, terkontaminasi bakteri Salmonella dan E. coli,” kata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Senin (12/5/2025).

Lantas apa itu Salmonella?

Bakteri Salmonella merupakan penyebab umum keracunan makanan yang dapat menimbulkan gejala seperti diare, nyeri perut, demam, serta mual dan muntah.

Melansir ciputrahospital.com, Selasa (13/5/2026) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, infeksi Salmonella menyebabkan 11–20 juta kasus demam tifoid setiap tahunnya secara global, dengan angka kematian mencapai 128 ribu orang.

Di Indonesia, penyakit ini bersifat endemis dengan jumlah kasus diperkirakan mencapai 60 ribu hingga 1,3 juta per tahun.

Infeksi bakteri ini umumnya terjadi akibat konsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi.

Sumber penyebaran Salmonella mencakup telur mentah, daging mentah dan unggas, makanan laut, buah dan sayur yang tidak dicuci bersih, serta produk susu yang tidak dipasteurisasi.

Penularan juga bisa terjadi melalui tangan atau permukaan dapur yang tidak higienis, serta dari hewan peliharaan seperti reptil dan amfibi.

Gejala infeksi Salmonella biasanya muncul dalam waktu 6 jam hingga 6 hari setelah paparan, dan dapat berlangsung selama 4 hingga 7 hari.

Dalam beberapa kasus, bakteri ini dapat menyebar ke darah, urine, tulang, atau sistem saraf dan menyebabkan komplikasi serius. Jika tidak segera ditangani, infeksi bisa menimbulkan kondisi lanjutan seperti artritis reaktif atau demam tifoid.

Editor : B. Supriyadi

Baca Juga :  Pemkot Bogor Targetkan 82 Titik Dapur MBG

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel