Dari Hiburan Menjadi Derita: Saat Mikrofon Karaoke Menyebarkan Virus

karaoke
ilustrasi mic karaoke (istockphoto)
TIMETODAY.ID — Apa yang seharusnya menjadi hiburan ringan di tempat karaoke justru menjadi awal dari perjalanan panjang seorang perempuan di Zhejiang, China. Delapan tahun sudah ia hidup dengan luka yang terus datang dan tak kunjung sembuh—semua bermula dari mikrofon yang tampak biasa, namun menyimpan virus mematikan.
Ceritanya menjadi viral di media sosial setelah ia membagikan pengalaman tersebut, berharap bisa jadi peringatan bagi orang lain. Kejadian bermula pada 2017. Kala itu, ia bernyanyi terlalu dekat dengan mikrofon umum. Awalnya, hanya muncul lepuh kecil di sekitar bibir. Ia mengira itu hanya peradangan ringan.
“Saya pikir ini cuma radang biasa,” ujarnya, seperti dikutip dari Kompas.com.
Namun, luka itu tak kunjung hilang. Ia sempat menjalani pengobatan antiinflamasi, tapi tak berlanjut karena gejalanya sempat mereda. Luka-luka itu kembali, dan kali ini menyebar ke hidung dan pipi. Setelah menjalani pemeriksaan medis, diagnosis pun jatuh: Herpes Simplex Virus (HSV), virus yang tak dapat disembuhkan total dan bisa menetap di tubuh seumur hidup.
“Bila terjadi di sekitar bibir, akan muncul lepuh kecil atau bisul di mulut, biasanya disertai demam, sakit tenggorokan, atau pembengkakan kelenjar getah bening,” jelas dr Liu Miao, Kepala Departemen Dermatologi di Rumah Sakit Chengdu.
Menurut dr Miao, beberapa penderita mungkin tak mengalami gejala awal yang jelas, namun virus tetap bisa menular. Bahkan, gejala bisa kambuh di tempat yang sama berulang kali.
Kini, perempuan itu hanya bisa mengontrol gejala dengan obat antivirus seperti Acyclovir. Melalui kisahnya, ia berpesan: jangan remehkan kebersihan fasilitas umum.
“Saya tidak ingin orang lain mengalami hal yang sama,” katanya dengan nada getir.
Tangisan Terakhir F: Bocah Surabaya yang Terinfeksi HIV dari Sang Ibu
Di sebuah rumah sederhana di Surabaya, seorang nenek menyimpan kenangan pahit tentang cucunya, F, bocah 9 tahun yang menghembuskan napas terakhirnya setelah bertahun-tahun melawan penyakit yang ia warisi—bukan dari kelalaian, tapi dari cinta dan kepolosan.
F merawat ibunya yang sedang sakit parah. Darah dan nanah keluar dari tubuh sang ibu. Ia membersihkan, menemani, hingga ibunya meninggal dunia pada 2021. Kala itu, yang diketahui hanya “penyakit kulit”. Tapi semuanya berubah saat F sendiri mulai jatuh sakit.
“Terus saya baru tahu mamanya (F) meninggal karena HIV, keluarga mamanya kasih tahu waktu F opname,” ucap Kanipah, sang nenek, seperti dikutip dari Kompas.com.
F didiagnosis menderita TBC dan HIV stadium awal. Semangat kecil itu masih menyala—ia tetap bersekolah, bermain, bahkan belajar mengaji. Tapi tubuhnya semakin ringkih. Berat badannya turun drastis dari 21 kilogram menjadi 12 kilogram. Kulitnya pun mulai terkena herpes di bagian telapak tangan dan paha.
“Katanya kalau (HIV) stadium akhir itu nyerangnya ke kulit,” ujar Kanipah, menyebut bantuan dari tantenya yang kader puskesmas: salep, susu, dan infus untuk membersihkan luka.
Pada 22 Oktober 2024, F dirawat kembali di RSUD dr Soetomo karena kaki kanannya terasa panas dan gatal hingga sulit tidur. Sehari kemudian, ia mengembuskan napas terakhir.
“Setiap malam wiritan, dia (F) berdoa, baca al-Fatihah, surat-surat pendek, bawa tasbih. Dia bilang ‘Uti tolong bacakan aku yasin, sudah malam’,” kisah Kanipah, dengan suara yang nyaris hilang oleh sedih.
F telah pergi, tapi kisahnya tinggal—tentang keberanian, cinta tanpa pamrih, dan kepedihan yang bisa dicegah. Ia tak tahu apa penyakitnya, hanya tahu bahwa ibunya “memberikannya” sesuatu yang tak pernah ia minta.
Kedua kisah ini mengajarkan satu hal penting: bahwa virus, luka, dan duka bisa datang diam-diam, dari benda tak terduga atau dari orang yang kita sayangi. Tapi juga bahwa cinta, tanggung jawab, dan harapan tetap bisa bertahan di tengah semua itu.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel

Baca Juga :  Meski Kalah, Alwi Farhan Buktikan Diri Layak Diperhitungkan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel