TIMETODAY.ID, BOGOR – Empat bulan sudah, Rendi (nama samaran), siswa salah satu SD di Kota Bogor terpaksa meninggalkan bangku sekolah. Bukan karena malas, tetapi karena desakan ekonomi yang mengharuskannya bekerja sebagai kuli bangunan untuk menopang hidup bersama neneknya yang sudah sepuh. Di usia yang seharusnya dipenuhi dengan tawa dan keceriaan, Rendi harus berkelahi dengan kerasnya kehidupan.
Hidupnya bukanlah kisah biasa. Ayahnya telah tiada, dan ibunya entah di mana. Kini, ia hanya tinggal berdua dengan nenek berusia 68 tahun, yang juga sudah tak mampu lagi bekerja keras. Setiap hari, untuk sekadar makan, Rendi harus mengangkat material bangunan dan menjalani hidup penuh perjuangan.
Kisah Rendi pertama kali terungkap berkat laporan dari Tim Benninu Argoebie Center kepada Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Benninu Argoebie, atau yang lebih akrab disapa Kakak Benn.
Begitu mendengar laporan tersebut, Kakak Benn langsung merasakan betapa dalamnya krisis yang sedang melanda kehidupan Rendi dan anak-anak sebayanya.
“Ini darurat! Masa depan anak-anak kita dipertaruhkan. Tidak boleh ada lagi anak di Bogor yang putus sekolah hanya karena tekanan ekonomi,” tegas Kakak Benn prihatin, Rabu (30/4/2025).
Pernyataan Kakak Benn seakan menggema, mengingatkan bahwa kemiskinan ekstrem bukan hanya sekadar angka dalam laporan, tetapi sebuah kenyataan yang menghantam langsung kehidupan anak-anak yang seharusnya menatap masa depan penuh harapan.
“Kita tidak boleh lagi membiarkan program sosial berjalan tanpa sasaran yang jelas. Warga yang paling rentan harus mendapatkan perhatian yang lebih, bukan sekadar menjadi simbol dalam seremonial,” lirihnya.
Kakak Benn juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bogor harus segera mengambil langkah konkret. Baginya, tak ada waktu lagi untuk menunda-nunda. Kota Bogor harus membuktikan bahwa peduli terhadap generasi muda bukan hanya ucapan semata.
“Jangan biarkan anak-anak kehilangan masa depannya hanya karena kita lalai,” tambahnya.
Sebagai langkah pertama, tim Kakak Benn telah berkomitmen untuk membantu Rendi kembali ke sekolah. Tidak hanya itu, mereka juga akan memberikan bantuan langsung untuk meringankan beban keluarga Rendi.
“Generasi muda adalah masa depan kota ini. Mereka berhak tumbuh, belajar, dan bermimpi tanpa dibebani kemiskinan,” harap Benn.
Editor: B. Supriyadi








































