TIMETODAY.ID — Uang bukan segalanya bagi Khabib Nurmagomedov. Legenda UFC asal Dagestan ini dikabarkan menolak tawaran fantastis senilai US$40 juta atau setara Rp674 miliar untuk kembali bertarung di oktagon. Bukan karena ia kehilangan daya juang, melainkan karena ia telah menepati janji—dan memilih jalan lain: menjadi pelatih, pengusaha, sekaligus penjaga warisan keluarga.
Kabar soal penolakan Khabib disampaikan oleh sahabat sekaligus mantan juara UFC, Daniel Cormier. Dalam wawancara dengan Essentially Sports, Cormier mengungkap bagaimana Khabib menolak tawaran besar dari UFC pada akhir 2023.
“Khabib mengatakan: ‘Saya menolak tawaran US$40 juta, saudaraku. Saya sudah selesai’,” kata Cormier.
Khabib mengumumkan pensiun dari UFC pada Oktober 2020, tepat setelah kemenangannya atas Justin Gaethje. Keputusan itu ia ambil bukan karena alasan cedera atau penurunan performa, melainkan janji kepada ibunya usai kepergian sang ayah, Abdulmanap Nurmagomedov.
Melanjutkan Warisan, Bukan Sekadar Meninggalkan Oktagon
Pensiun dari pertarungan tak membuat Khabib meninggalkan dunia MMA. Ia justru berkembang sebagai pelatih dan mentor. Ia sukses membimbing sahabatnya, Islam Makhachev, menjadi juara dunia kelas ringan UFC—gelar yang dulu ia pegang dengan dominasi tak terkalahkan.
Namun, tak hanya itu. Khabib juga menjadi sosok penting di balik pembangunan sports complex di pegunungan Sildi, Dagestan—sebuah proyek impian yang diwariskan oleh mendiang ayahnya.
“Kompleks olahraga itu sudah rampung dan berfungsi 100 persen,” ujar Rizvan Magomedov, manajer Khabib. “Tim kami sudah mulai berlatih di sana, bahkan sudah penuh dipesan sampai akhir musim panas.”
Khabib disebut menghabiskan lebih dari US$5 juta atau Rp85 miliar untuk membangun fasilitas tersebut. Baginya, proyek itu bukan sekadar bisnis, melainkan misi—memberikan kesempatan bagi petarung muda Dagestan untuk berlatih dan mengejar mimpi, seperti yang dulu ia lakukan bersama sang ayah.
Pilihan yang Menginspirasi
Ketika sebagian atlet tergoda untuk kembali demi uang atau popularitas, Khabib justru teguh pada komitmennya. Ia memilih jalur yang sepi sorotan, tapi penuh makna: membesarkan generasi baru, menjaga amanah orang tua, dan menyalurkan nilai-nilai yang lebih besar daripada kemenangan di ring.
Dengan prestasi di dalam dan di luar arena, Khabib bukan sekadar legenda pertarungan. Ia adalah panutan tentang arti kesetiaan, integritas, dan bagaimana kemenangan sejati tak selalu diraih dengan mengangkat tangan di atas oktagon.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































